Logo BBC

Ternyata Seni Belajar Sabar dan Tabah di Jepang Dimulai dari SD

Masyarakat Jepang. Getty Images via BBC Indonesia
Masyarakat Jepang. Getty Images via BBC Indonesia
Sumber :
  • bbc

Secara tradisional, laki-laki bekerja berjam-jam untuk mendapatkan senioritas di perusahaan tempat mereka menghabiskan seluruh karir mereka. Adapun perempuan biasanya ditempatkan di pekerjaan jalur non-promosi sebagai persiapan keluar dari karier demi membesarkan anak.

workers
Getty Images
Gaman diasah selama ledakan ekonomi Jepang pasca perang ketika pekerjaan melibatkan pengorbanan waktu bersama keluarga selama berjam-jam di kantor.

Namun hari ini sistem pekerjaan seumur hidup sedang runtuh. Orang-orang memilih menunda pernikahan, lebih banyak perempuan kini bekerja, dan tingkat kelahiran berada pada tingkat terendah dalam sejarah.

Banyak anak muda bekerja dengan sistem kontrak sementara atau pekerjaan paruh waktu di mana `gaman` tidak lagi memiliki makna.

"Mereka tidak melihat Anda sebagai anggota kelompok. Anda dipekerjakan dan dipecat, Anda memiliki kontrak, Anda dibayar per jam," kata Slater.

"Seluruh gagasan `gaman` di Jepang benar-benar tidak adaptif. Anda akan mempertahankan pekerjaan Anda dengan diam, tapi semua nilai `gaman` yang masuk akal untuk hubungan sosial yang koheren dan tidak lagi relevan."

Dan beberapa anak muda memilih untuk tidak menjalankan `gaman,`. Mereka menghindari jalan yang diambil generasi sebelumnya.

Mami Matsunaga (39 tahun), bekerja di industri media fashion sebelum pindah dari Tokyo ke kawasan dekat pantai. Dia sekarang berselancar setiap hari dan mengajar cara pernapasan serta yoga dalam sesi retret maupun lokakarya di seluruh Jepang.

"Dalam budaya Jepang, harapan untuk `gaman` memberi tekanan pada semua orang untuk melakukan hal yang sama dan menyisakan sedikit ruang untuk perbedaan," kata Matsunaga.

Ditanya apakah dia pernah bertahan di tempat kerja, dia menjawab: "Tidak, saya tidak melakukannya. Saya segera meninggalkan pekerjaan jika hal seperti itu perlu terjadi."