Teror Penembakan saat Parade Hari Kemerdekaan AS di Chicago, 6 Tewas

Penembakan di pusat kota Highland Park, Illinois, pinggiran Chicago AS
Penembakan di pusat kota Highland Park, Illinois, pinggiran Chicago AS
Sumber :
  • AP Photo/Nam Y. Huh

VIVA Dunia – Penembakan terjadi tepat pada  parade Hari Kemerdekaan AS di Chicago, dan menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 36 orang lainnya. Penembakan tersebut telah mengguncang perayaan yang diadakan pada hari Senin 4 Juli 2022, di seluruh Amerika Serikat (AS).

Perayaan Hari Kemerdekaan Itu menjadi hari untuk melepas pekerjaan, melahap hot dog dan burger, serta barbekyu di halaman belakang.

"Pada hari kami berkumpul untuk merayakan komunitas dan kebebasan, kami malah berduka atas hilangnya nyawa yang tragis dan berjuang dengan teror yang menimpa kami," kata Wali Kota Highland Park Nancy Rotering, dikutip dari AP, Selasa 5 Juli 2022.

Pawai dimulai sekitar pukul 10 pagi tetapi tiba-tiba dihentikan 10 menit kemudian setelah tembakan dilepaskan. Ratusan pengunjung parade Highland Park terlihat beberapa tampak berlumuran darah, dan lainnya melarikan diri dari rute parade, meninggalkan kursi, dan kereta bayi.

Presiden AS Joe Biden, dalam sambutannya pada hari Senin untuk merayakan 246 tahun kemerdekaan AS, berusaha meyakinkan sebuah negara yang lelah dan gelisah oleh peristiwa baru-baru ini.

"Dalam beberapa hari terakhir, ada alasan untuk berpikir bahwa negara ini bergerak mundur, bahwa kebebasan berkurang, bahwa hak-hak yang kami anggap dilindungi tidak ada lagi," kata Biden dalam sambutannya kepada keluarga militer dan pejabat administrasi di South Lawn.

"Saya tahu ini bisa melelahkan dan meresahkan, tetapi malam ini saya ingin Anda tahu bahwa kita akan melewati semua ini."

Biden juga mengatakan banyak orang melihat negara yang terpecah, tetapi dia percaya bahwa AS bisa bersatu daripada terpecah.

Dia men-tweet hari Senin tentang penembakan itu, menyebutnya sebagai tindakan kekerasan senjata tidak masuk akal yang sekali lagi membawa kesedihan bagi komunitas AS pada Hari Kemerdekaan itu.

"Saya tidak akan menyerah memerangi epidemi kekerasan senjata," kata presiden itu dalam Twitternya.