10 Negara Lebih Ini Sudah Tak Bergantung dengan Dolar AS

Seorang pedagang valuta asing sedang menghitung uang dolar AS.-AFP
Sumber :
  • dw

Jakarta – Keperkasaan dolar AS yang telah bertahan selama lebih dari 100 tahun sejak 1920-an. Banyak negara yang berusaha melepaskan diri dari dominasi "penjajahan" greenback, sehingga peredaran dolar AS di dunia mengalami penurunan.

img_title Rupiah Tertekan Minyak Brent US$115, IHSG Berbalik Merah ke Level 5.436

Menurut data Dana Moneter Internasional (IMF), cadangan devisa global yang berdenominasi dalam dolar AS telah mengalami penurunan signifikan, turun dari 71% pada tahun 2000 menjadi 58,36% pada tahun 2022. Pada akhir tahun 2022, total cadangan devisa di seluruh dunia mencapai US$ 11,09 triliun, dengan mata uang dolar AS mencapai US$ 6,47 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

img_title Rupiah Terancam Tembus Rp18.200 per Dolar AS Pekan Ini, Ini Faktor Pemicunya

Dibawahnya terdapat euro dengan porsi sebesar 20,47%, diikuti oleh yen Jepang (5,51%) dan poundsterling (4,95%). Beberapa negara telah mencatatkan langkah meninggalkan dolar AS, dan trend ini diperkirakan akan terus berlanjut. Berikut deretan negara yang tak bergantung dengan dollar AS sebagaimana VIVA lansir dari berbagai sumber:

India-Malaysia-UEA

img_title Putin Bantah Tuduhan Rusia di Balik Sejumlah Demo di Negara Eropa

Lebih lanjut, India telah mengeluarkan kebijakan baru untuk semakin meningkatkan penggunaan rupee dalam perdagangan mereka sejak April 2023. Salah satunya dengan Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA).

India pun menjalin kesepakatan dengan Malaysia untuk menggunakan mata uang masing-masing dalam transaksi perdagangan. Hal sama juga terjadi ke Uni Emirat Arab (UEA), untuk menggunakan mata uang lokal rupee dan dirham, sebagai pembayaran perdagangan non-minyak mentah.

Sebenarnya, sebelum Malaysia dan UEA, sudah ada 17 negara yang sepakat dan bisa menggunakan rupee sebagai alat pembayaran. Jerman, Inggris dan Singapura di antaranya.

Eropa

Dedolarisasi di Eropa sudah lama merebak. Berdasarkan data Atlantic Council yang mengutip data dari bank sentral AS (Federal Reserve/The) pada periode 1999-2019, penggunaan dolar AS memang sedikit di kawasan ini. Di Eropa, menurut Atlantic Council, hanya 23,1% saja yang menggunakan Greenback.

Bendera Uni Eropa dan Finlandia berkibar di luar Kedutaan Besar Finlandia di Moskow, Rusia.

Photo :
  • ANTARA/REUTERS/Maxim Shemetov/as/am.

Hal ini tak lain karena penggunaan euro. Eropa memiliki mata yang tunggal euro yang digunakan oleh perdagangannya, ekspor dan impor, pinga 66,1%.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

ASEAN

Sebanyak 10 negara anggota ASEAN sepakat untuk mengurangi penggunaan dolar AS dengan melakukan kerja sama transaksi pembayaran lintas batas dengan menggunakan mata uang lokal atau disebut dengan local currency transaction (LCT).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut