Terungkap! Otak dan Bola Mata Albert Einstein Ternyata Dicuri Usai Wafat
- Getty Images
VIVA – Ilmuan Albert Einstein ternyata telah mengambil langkah khusus terkait dengan tubuhnya setelah meninggal dunia. Sebelum dirinya meninggal, ilmuan tersebut telah meminta jenazahnya untuk dikremasi dan abunya disebar diam-diam. Langkah ini diambil Einstein agar dirinya tidak menjadi objek pemujaan.
Namun sayangnya, wasiat Einstein tidak sepenuhnya dijalani. Setelah meninggal akibat aneurisma aorta perut di RS Princeton, ternyata kepala ahli patologi di rumah sakit tersebut, dr. Thomas Slotz Harvey mengambil otak dan bola mata sang ilmuan.
Melansir laman Times of India, Kamis 18 Desember 2025, Harvey disebut mengambil otak Einstein dan menyimpannya selama puluhan tahun. Sementara itu, bola mata Einstein diambil Harvey bukan disimpan untuk kepentingan penelitian.
Dirinya memberikan bola mata Einstein kepada Henry Abrams, dokter mata yang telah lama menangani Einstein. Berdasarkan sejumlah catatan sejarah, kedua mata itu hingga kini diyakini masih tersimpan di sebuah brankas penyimpanan di New York City.
Alasan di balik keputusan itu tidak pernah dijelaskan secara tuntas.
“Mengapa [Harvey] menyimpannya tak akan pernah diketahui secara pasti, tetapi dari berbagai komentarnya kepada wartawan, dapat disimpulkan bahwa ia terinspirasi oleh studi Oskar Vogt terhadap otak Lenin, dan memiliki gagasan samar bahwa kajian sitoarsitektur mungkin bisa memberi petunjuk tentang kasus Einstein,” seperti ditulis Brian Burrell dalam Postcards from the Brain Museum.
Penjelasan yang lebih sederhana dan mungkin lebih manusiawi adalah bahwa Harvey terbawa suasana dan terpesona saat berhadapan dengan sosok besar. Namun, ia segera menyadari bahwa apa yang dilakukannya jauh melampaui kemampuannya.
Tidak seperti otak Einstein yang berpindah-pindah tangan, mata Einstein menempuh jalan yang jauh lebih sunyi. Keduanya langsung berpindah dari Harvey ke Abrams dan menghilang dari perhatian publik.
Berbeda dengan otaknya, bola mata tersebut tidak pernah dipotong, difoto, atau diedarkan kepada para peneliti. Keberadaannya diketahui hanya lewat laporan media dan konfirmasi tidak langsung.
Abrams sendiri menolak anggapan bahwa mata Einstein adalah barang aneh atau trofi. Dalam wawancaranya dengan Sun Sentinel pada 1994, ia berkata, kalau Albert Einstein adalah bagian yang sangat penting dalam hidupnya, dan pengaruhnya akan selalu ada.