Lawan ISIS, AS Pertimbangkan Bentuk Koalisi Kedua

Presiden AS Barack Obama.
Sumber :
  • REUTERS/Carlos Barria

VIVA.co.id – Tak cukup dengan koalisi utamanya dengan negara-negara Eropa, kini otoritas Amerika Serikat mencoba untuk membentuk koalisi kedua untuk melawan kelompok militan ISIS di Libya.

Warga Indonesia di AS Ikut Waswas Jelang Pelantikan Joe Biden

Dikutip dari VOA Indonesia, 11 Maret 2016, kini kekuatan ISIS di Libya dinilai semakin meningkat apalagi pasca terjadinya serangan teror mematikan di Perancis pada November lalu. AS kemudian berpendapat diperlukannya pendekatan yang lebih luas dan komprehensif demi mengalahkan kelompok jihad tersebut.

Diskusi yang dilakukan oleh otoritas AS semakin memuncak ketika pihak intelijen menunjukkan adanya peningkatan jumlah anggota pejuang ISIS yang menyebar ke Libya, Afrika Utara, Afrika Timur dan Sahel.

Barack Obama Klaim AS Kini Lebih Terpecah-Belah

Libya merupakan negara yang dianggap sebagai salah satu wilayah afiliasi ISIS yang paling mematikan mengingat jumlah pejuang di daerah itu mencapai 5.000 orang. Tidak hanya itu, jumlah pejuang ISIS juga meningkat di wilayah kota Sirte.

Senin lalu, diperkirakan sebanyak 50 militan ISIS meluncurkan serangan di Ben Guerdan, perbatasan Libya-Tunisia dan menewaskan 55 orang. Pejabat-pejabat tinggi militer AS mengidentifikasi Inggris, Perancis, Italia, Jerman dan Spanyol sebagai mitra utama dalam perang melawan ISIS di Libya.

Barack Obama Sebut Tuduhan Kecurangan Pilpres AS Lemahkan Demokrasi
Patrick Semasky/REUTERS

Resmi Dilantik, Joe Biden Serukan Persatuan dan Akhiri Perang

Dalam pidatonya, Joe Biden mengatakan demokrasi sangat berharga, tapi juga rapuh. AS sedang menghadapi saat yang penuh ujian.

img_title
VIVA.co.id
21 Januari 2021