Perempuan Sri Lanka Kini Bebas Beli Minuman Keras

Ilustrasi minuman keras
Sumber :
  • REUTERS/Tom Jacobs

VIVA – Pemerintah Sri Lanka melakukan amandemen pada aturan yang dibuat tahun 1955. Aturan itu dianggap memberlakukan diskriminasi pada perempuan.

img_title Polda NTT Gagalkan Penyelundupan WN India dan Sri Lanka ke Australia, Begini Kronologinya

Aturan itu sebelumnya melarang perempuan di atas usia 18 tahun membeli minuman keras sendiri. Tapi kini aturan tersebut ditiadakan. Artinya, perempuan Sri Lanka kini bisa bebas membeli minuman keras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diberitakan oleh BBC, 11 Januari 2018, amandemen UU itu diumumkan pada Rabu, 10 Januari 2018. Perubahan UU itu juga mengisyaratkan bahwa perempuan kini juga diizinkan bekerja di tempat yang menjual alkohol.

img_title Kadin Indonesia Dorong Peningkatan Kerja Sama Perdagangan hingga Investasi dengan Sri Lanka

Meski aturan yang dibuat 60 tahun lalu itu juga tidak berlaku dengan ketat, namun perempuan Sri Lanka menyambut amandemen itu dengan riang. Melalui akun media sosial, mereka menyampaikan terima kasih kepada pemerintah.

Meski demikian, tak semua menganggap itu adalah kemajuan. Kelompok konservatif menganggap keleluasaan itu akan membuat perempuan semakin kecanduan alkohol.

img_title Anak Mantan Presiden Sri Lanka Tersandung Kasus Korupsi, Langsung Ditahan

Di Sri Lanka, mayoritas perempuan tradisional memilih tak meminum alkohol, karena itu dianggap bertentangan dengan budaya Sri Lanka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahun 2016, Presiden Sri Lanak Maithripala Sirisene yang gencar melakukan kampanye anti-alkohol mengatakan konsumsi alkohol di kalangan perempuan Sri Lanka mengalami peningkatan pesat selama beberapa tahun terakhir.

"Kita semua sadar bahwa penyalahgunaan narkoba dan alkohol telah menjadi isu nasional yang menekan," ujarnya saat itu. (one)

Momen Mantan Ibu Negara Srilanka, Shiranthi Rajapaksa (mata diperban) ditangkap

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Diduga Salahgunakan Dana Amal Rp541 Juta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sri Lanka menangkap mantan ibu negara., Shiranthi Rajapaksa Rabu (7/10/2026) menyusul dengan penyalahgunaan dana untuk RS

img_title
VIVA.co.id
8 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut