Foke Fokus Bangun Jalan Layang

VIVAnews – Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan kebijakan proyek pembangunan jalan raya di Jakarta di masa mendatang yakni dengan mengembangkan jalan layang. Sebab, kalau membangun jalan darat dinilai sudah tidak mungkin karena minimnya lahan di ibukota.

Pengembangan jalan layang ini bertujuan untuk menangani kemacetan lalu lintas yang semakin parah seiring dengan terus tumbuhnya jumlah kendaraan setiap hari di Ibukota Jakarta.

Menurut Fauzi penanganan kemacetan di ibukota mustahil dilakukan dengan menekan pertumbuhan kendaraan sampai angka nol.

5 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari oleh Ibu Menyusui

"Jadi, satu-satunya jalan susun," kata Fauzi di Balaikota DKI Jakarta, Senin 1 Februari 2010.

Namun, pengembangan jalan layang diakui Fauzi bakal menelan anggaran besar. Kendati demikian, resiko macam itu tetap akan ditempuh. Sebab, bagi Fauzi, sudah tidak ada pilihan lain.

"Daripada terus nungguin pembebasan jalan, nggak jadi-jadi. Kan cost itu akan lebih efisien kalau untuk bikin elevated road," katanya.

Terkait anggaran yang besar untuk merealisasikan jalan layang, Fauzi mengatakan kemungkinan setelah jalan itu beroperasi, setiap kendaraan yang menggunakannya akan dikenakan tarif. Sehingga hasilnya bisa untuk menutupinya.

Sebelumnya VIVAnews memberitakan Pemprov DKI Jakarta akan melibatkan badan usaha milik daerah untuk mendanai pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota. Investasi pembangunan jalan tol diperkirakan mencapai Rp 23 triliun.

Enam ruas tol dalam kota yang sedang digagas DKI itu meliputi Kampung Melayu-Kemayoran, Pasar Minggu-Casablanca, Kampung Melayu-Duri Pulo, Pulo Gebang-Sunter, Ulujami-Tanah Abang serta Semanan-Sunter.

Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini

Petinggi PKS: Jadi Oposisi Enggak Ada Masalah, Koalisi Siap

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan bahwa partainya tidak masalah untuk menjadi oposisi ataupun koalisi pada pemerintahan mendatang.

img_title
VIVA.co.id
30 April 2024