Normalisasi Kali Sunter Ditargetkan Rampung 15 Desember

Normalisasi Kali Sunter
Normalisasi Kali Sunter
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVAnews - Antisipasi banjir di awal musim penghujan di Jakarta terus dilakukan. Salah satunya normalisasi Kali Sunter, Jakarta Utara yang merupakan bagian dari 39 kali sub makro yang bermasalah.

Tidak mau kecolongan seperti normalisasi Waduk pluit yang sempat terhenti, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak normaslisasi sejak awal.

"Saya ke sini ngeceklah, kalau tidak dikontrol, nanti kayak dulu-dulu lagi. Kalau tidak diawasi, menghitung mereka sudah sesuai kontrak kerja atau belum, bagaimana. Makanya perlu pengawasan ketat," kata Jokowi di Sunter, Senin 25 November 2013.

Mantan Wali Kota Solo ini, mengatakan di lapangan harus ada pengawasan ketat. Selain memastikan pekerjaan rampung tepat waktu, pengawasan juga memastikan agar kontraktor bekerja sesuai dengan perjanjian kerja.

Dia berharap kasus tak sesuainya berita acara proyek dengan kontrak kerja seperti di Waduk Pluit tidak terjadi lagi pada proyek-proyek lain.

Saat ini kondisi Kali Sunter yang mempunyai tugas mengatur distribusi air ke 13 sungai utama sangat mengkhawatirkan. Tumpukan sampah dan endapan sedimen lumpur yang tidak pernah diangkut menjadikan kali semakin dangkal.

Kondisi ini diperparah dengan pemukiman di bantaran kali hingga terjadi penyempitan. Padahal kali ini merupakan salah satau penghubung utama menuju Kanal Banjir Timur hingga mengalir ke pantai utara Jakarta.

Kepala Pengawas dan Pengendali Normalisasi Kali Sunter Dinas Pekerjaan Umum DKI, Subandi menjelaskan, normalisasi Kali Sunter dikerjakan langsung di bawah Dinas PU DKI.

"Tujuannya, untuk mempercepat proses pengerukan untuk antisipasi banjir. Kami mulai kerja 17 November 2013. Targetnya, selesai 15 Desember 2013. Ini tahap pertama. Tahap pertama sesuai tutup buku APBD, nanti kami lanjutkan lagi awal tahun," katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudi Siahaan, mengatakan upaya pengerukan kali sudah dilakukan sejak pekan ini. "Target kami 18 kali sub makro yang kami kerjakan sampai Desember dari total 39 kali. Sisanya dilanjutkan tahun depan," ujar Manggas.

Saat ini Dinas PU fokus menjaga kedalaman kali. "Kami keruk dulu biar kedalaman bisa lebih dari dua meter. Kedalaman ini bisa bantu nampung air saat hujan datang. Setelah selesai kami mau turap biar lebar kali bisa kembali normal," kata dia. (ren)