Kasir Cantik Ikut Sindikat Pemalak di Jalan

Kasir Cantik Bergabung Komunitas Punk Berulah di Jalan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan
VIVA.co.id - Dinilai meresahkan karena diduga melakukan aksi pemerasan terhadap pengemudi angkutan umum dan penumpang, sejumlah remaja komunitas musik punk dicokok polisi di kawasan Jalan Margonda Raya, Depok, Rabu, 16 Desember 2015.
Kafenya Dijaga Ratusan Polisi, di mana Daeng Aziz?

Mereka selalu mengawali aksi dengan menyemprot kaca mobil korban dengan sabun. Aksi itu dianggap meresahkan karena pelaku meminta imbalan dengan cara memaksa.
Aksi Anak Punk Turunkan Bendera Setengah Tiang di Pengadilan

Sedikitnya lima remaja komunitas punk yang dicokok polisi. Satu dari lima pelaku adalah perempuan. Ia mengaku hanya ikut-ikutan.
Preman Bersenjata Air Kencing Dibekuk di Depok

Di hadapan polisi, perempuan berkulit putih itu mengaku berprofesi sebagai kasir di salah satu swalayan di Jakarta.

"Enggak, Pak. Saya, mah, enggak ikut-ikutan. Cuma main doang, kok," kata Rika (23 tahun), perempuan petugas kasir itu kepada polisi.

Kelima pelaku yang ditahan polisi mengaku berasal dari luar Depok. Masing-masing diketahui bernama Ones (25 tahun), Rika (23 tahun), Rian (20 tahun), Rian Hidayat (21 tahun), dan Asep (22 tahun). Mereka membantah telah melakukan aksi pemerasan. “Bukan kita. Kita cuma nongkrong," ujar Asep.

Penuturan itu tidak langsung membuat polisi percaya. Petugas mengaku telah menerima banyak laporan warga yang menjadi korban pemerasan mereka. Modus operandinya ialah menyemprot kaca mobil dengan sabun, lalu meminta imbalan.

Menurut Kepala Unit Kejahatan dengan Kekerasan Polresta Depok, Inspektur Polisi Satu Harun, kelima remaja itu dicokok saat tengah berteduh di halte Jalan Margonda, dekat pertigaan lampu merah apotek. Guna penyelidikan, mereka pun diinterogasi polisi. (ren)
Para ulama berkumpul di Ponpes Mutiara Bangsa

Mutiara Bangsa Dicap Sarang Teroris, Kyai NU Depok Meradang

Tudingan disebar oleh preman yang ingin menguasai lahan ponpes.

img_title
VIVA.co.id
17 Maret 2016