Akhir Pelarian Pembunuh Wanita di Hotel Elysta

Ilustrasi pembunuhan.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Syahril Sidik (29), pembunuh wanita dalam Hotel Elysta, Koja, Jakarta Utara tak bisa lama dalam pelariannya usai melakukan aksi kejamnya. Aparat gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polsek Koja meringkusnya di Purwakarta, Jawa Barat kurang dari 24 jam.

img_title Syahril Sudah Siapkan Pisau untuk Bunuh Alika di Hotel

Usai membunuh Alika, wanita yang diduga seorang pekerja seks komersial, ia terburu-buru pergi ke rumah sakit menjahit luka di tangannya, Selasa 12 Juli 2016 malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Luka sobek itu ia dapat lantaran Alika menggigitnya saat Syahril menyerangnya dengan pisau. Sebelum pergi ke rumah sakit, Syahril sudah lebih dulu membuang pisau itu. Sekitar pukul 20.00 WIB, usai lukanya selesai dijahit, Syahril buru-buru mengendarai motor milik Alika keluar dari Jakarta.

img_title Tersangka Peragakan 36 Tusukan Bunuh Alika

Dari pengakuannya kepada polisi, pria yang bekerja sebagai buruh pabrik ini hanya memegang sedikit uang di sakunya. Uang tersebut rencananya ia gunakan untuk mengisi bensin motornya dan membiayainya makan sepanjang jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Syahril memilih keluar dari Jakarta lewat Bekasi. Sepanjang perjalanan dia sempat tiga kali beristirahat. Warung-warung kopi dan mi instan sederhana menjadi pilihannya.

img_title Syahril Sudah Kenal Alika Sebulan Sebelumnya

Pertama, dia beristirahat di Bekasi, mengisi perutnya yang lapar dengan mi. Kedua, ia memilih menepikan motornya dan meyeruput kopi pahit di daerah Karawang, Jawa Barat, untuk mengusir kantuk.

Sejak awal Syahril kabur, aparat kepolisian sudah mengetahui ke mana harus mencarinya. Hal itu dikarenakan Syahril terlalu meninggalkan jejak di hotel, dan membawa beberapa barang Alika.

Dalam pengejaran, tim gabungan tersebut terdiri atas lima polisi. Dengan pimpinan Kanit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Awaludin Amin, tim ini menggunakan minibus hitam tanpa embel polisi untuk memburu Syahril.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akhirnya, pada Rabu 13 Juli 2016 sekitar pukul 05.15 WIB, tim berhasil menangkap Syahril dari tempat pemberhentiannya di Desa Sawit, RT 2/3, Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Jawa Barat. Rencananya ia akan ke rumah tantenya yang berada di Cimahi.

Saat hendak ditangkap di sebuah warung kopi, Syahril sempat melakukan perlawanan. Hal itu yang membuat aparat kepolisian melakukan tindakan tegas dengan menembakkan senjata api ke kakinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut