Bos Pandawa Group Ditetapkan Jadi Tersangka

Polisi menyegel dua kantor koperasi simpan-pinjam Pandawa Mandiri Group di kawasan Jalan Raya Meruyung, Limo, Depok, Jawa Barat, pada Kamis, 26 Januari 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

VIVA.co.id – Pimpinan Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group, Salman Nuryanto, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang.

img_title Awal Mula Jennifer Coppen dan Kirana Larasati Terseret Kasus Penipuan Investasi Emas, Korban Rugi Hingga Rp25 Miliar

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penetapan status tersangka terhadap Salman usai dilakukan gelar perkara hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tadi siang, gelar perkara penetapan tersangka (Salman)," ujar Argo kepada wartawan saat dihubungi, Jumat 10 Februari 2017.

img_title Terbongkar! Sumber Penghasilan Doni Salmanan Rp150 Juta per Bulan Padahal Baru Bebas dari Penjara

Dalam kasus ini, Argo mengatakan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menerima 15 laporan dari korban Pandawa Mandiri Group.

Dari 15 laporan itu, penyidik telah memeriksa 11 saksi yang terdiri dari delapan saksi pelapor, seorang saksi Ahli dari Kementerian Perdagangan, dua saksi fakta dari Kementerian Koperasi dan Otoritas Jasa Keuangan.

img_title Korbannya Banyak yang Jatuh Miskin, Doni Salmanan Bisa Berpenghasilan Rp150 Juta per Bulan Usai Dipenjara!

Sementara itu, Argo mengatakan, kerugian dari penipuan ditaksir mencapai Rp1,1 Triliun. Barang bukti yang telah diamankan oleh polisi adalah dokumen berupa sertifikat nasabah Pandawa Mandiri Group, bukti transfer dan brosur produk Pandawa Mandiri Group.

"Kerugian yang dicapai sebesar Rp1,1 triliun," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas perbuatannya, Salman dijerat dengan Pasal 378 KUHP juncto Undang-undang tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang. 

Sebelumnya, sebagian dari para korban yang merupakan para nasabah Pandawa, juga sudah melaporkan Salman di Polres Depok. (asp)

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman

Bidik Harta Pelaku Investasi Bodong lewat RUU Perampasan Aset, DPR Soroti Nasib Korban Indra Kenz hingga Doni Salmanan

DPR mengusulkan RUU Perampasan Aset mengatur penyitaan harta pelaku investasi bodong dan penipuan umrah agar hasilnya diprioritaskan untuk mengganti kerugian para korban.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut