Baru Sehari Tatap Muka, 3 Sekolah Tutup Lagi karena 6 Guru Kena Corona

Kota Padang Panjang perdana gelar belajar tatap muka di tengah pandemi COVID-19. (Foto ilustrasi)
Kota Padang Panjang perdana gelar belajar tatap muka di tengah pandemi COVID-19. (Foto ilustrasi)
Sumber :

VIVA – Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menutup kembali sekolah tingkat menengah pertama setelah satu hari belajar secara tatap muka.

Kebijakan penutupan kembali terpaksa diambil Pemerintah Kota Padang Panjang, menyusul ditemukannya kasus baru Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19.

Baca juga: Jadi Klaster COVID-19, Gedung DPRD Jawa Barat Ditutup

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang, M. Ali Thabrani, berdasarkan informasi dari Gugus Tugas COVID-19 Sumatera Barat, ada enam warga Padang Panjang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Keenamnya adalah guru sekolah dengan rincian, empat guru SMPN 4 dan dua guru SMPN 3 Kota Padang Panjang.

Keenam guru itu diketahui positif COVID-19 setelah pengambilan swab pada sekolah SMP sebelum pembelajaran tatap muka dilakukan.

"Enam orang guru ini diketahui positif dari hasil swab tes gelombang kedua. Di SMPN 4 Kota Padang Panjang terkonfirmasi positif satu guru perempuan dan tiga guru laki-laki. Sedangkan yang dari SMPN 3 Kota Padang Panjang terdapat dua orang yang positif. Mereka adalah mahasiswa praktik lapangan yang berasal dari UNP," ujar M. Ali Thabrani, Jumat, 14 Agustus 2020.

Menurut Ali, guru perempuan yang dimaksud setelah menjalani swab tes belum pernah masuk ke kelas untuk mengajar ataupun bertatap muka dengan pelajar. Sementara tiga orang laki-laki yang dimaksud terdiri dari, satu guru perpustakaan dan dua guru mata pelajaran.