Gatot Nurmantyo Kritik Rantis TNI di Petamburan: Tidak Boleh!

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo
Sumber :
  • Youtube Karni Ilyas Club

VIVA – Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyoroti terkait adanya kendaraan taktis (rantis) milik pasukan elite Komando Operasi Pasukan Khusus (Koopsus) TNI yang dipamerkan di Markas FPI Petamburan, beberapa waktu lalu. Menurut Gatot, penggunaan rantis dalam keadaan damai, itu tidak sesuai aturan

Roadmap Repatriasi Hak Militer Sumber Daya Pertahanan Negara

Apa yang dilakukan tersebut, menurut Gatot bukan sikap TNI secara keseluruhan. Gatot menilai itu hanya sikap sebagian pimpinan di TNI.

"Tolong pisahkan apa yang dilakukan Pangdam Jaya itu tidak mewakili TNI seluruhnya. termasuk juga dilakukan oleh Koopsus di Petamburan dengan menggunakan kendaraan taktis itu pun sama tidak boleh, tidak boleh gunakan kendaraan taktis dalam keadaan damai ini," Kata Gatot dalam konferensi pers virtual, Kamis 26 November 2020.

Soroti Pengeroyokan Relawan Ganjar di Boyolali, Gatot Nurmantyo: Saya Tak Yakin Dipukul Batu

Menurut Gatot, tindakan tersebut bukanlah tindakan yang diperbolehkan untuk TNI. Sebab saat itu kondisi sekitar dalam keadaan damai dan tidak butuh alutsista diturunkan.

"Jangan membawa nama TNI dengan kejadian yang dilakukan Pangdam Jaya dengan menurunkan baliho menggunakan panser. Jangan seolah semua TNI. Ini perlu saya ingatkan. TNI masih seperti dulu rakyat adalah ibu kandungnya, dan TNI perlu rakyat," ujar Gatot.

Jelang Pensiun, Yudo Margono Pamit di Depan Para Mantan Panglima TNI dan Prajurit Tiga Matra

TNI tidak bisa dipisahkan oleh Rakyat, karena TNI adalah rakyat. "Karena untuk mempertahankan NKRI saat-saat terakhir adalah kebersamaan rakyat dengan TNI, yang sama-sama berjuang mengamankan bangsa ini bersama-sama," ujarnya

Kemudian, Gatot mengungkapkan, beberapa hal yang melandasi TNI dalam memberikan bantuan kepada Polisi atau Satpol PP, namun harus ada permintaan terlebih dahulu dari yang bersangkutan. Dalam keadaan damai sipil atau tidak dalam darurat militer, pelibatan bantuan tersebut tidak boleh melibatkan alat utama sistem senjata RI atau alutsista.

"Jadi contohnya pesawat angkut boleh digunakan, kapal rumah sakit boleh digunakan, kapal angkut boleh digunakan, truk boleh digunakan, tapi alutsista kendaraan taktis tidak boleh digunakan dalam memberikan perbantuan karena dalam kondisi tertib sipil bukan darurat militer," ujar Gatot

Sebelumnya, video pendek tentang konvoi kendaraan taktis (rantis) milik pasukan elite Komando Operasi Pasukan Khusus (Koopssus) TNI yang melintas di Petamburan, Jakarta, atau dekat markas FPI, viral di media sosial.

Baca juga: Gatot Nurmantyo: Jika Perintah Presiden, Pangdam Jaya Tidak Salah

Kowad cantik TNI AD, Shella Ghivitamala

Sosok Shella Ghivitamala, Kowad Cantik Pernah Bertugas di Lebanon

Sosok Shella Ghivitamala sempat menjadi sorotan beberapa tahun lalu usai dirinya digosipkan masih menjadi ajudan dari eks Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

img_title
VIVA.co.id
7 Mei 2024