Jadwal Muktamar NU belum Jelas, Ini Sikap PWNU Jatim

SK PWNU Jatim
SK PWNU Jatim
Sumber :
  • Istimewa/Nur Faishal

VIVA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengeluarkan sikap resmi terkait jadwal pelaksanaan Muktamar ke-34 NU yang masih belum jelas sampai sekarang. NU Jatim meminta pengurus jajaran tanfidziyah dan panitia segera melaksanakan perintah Rais Aam NU yang memberi tenggat waktu pelaksanaan muktamar hingga 17 Desember 2021.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan PWNU Jatim Nomor 1111/PW/A-I/II/XI/2021 tentang Pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama tertanggal 27 November 2021. Surat tersebut ditandatangani Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Katib KH Syafruddin Syarif, Ketua Tanfidziyah KH Marzuki Mustamar, Sekretaris Akhmad Muzakki.

SK tersebut dihasilkan dari rapat gabungan syuriah dan tanfidziyah PWNU Jatim di Pesantren Lirboyo, Kediri, pada tanggal yang sama dengan surat diterbitkan. Dokumen surat itu juga tersebar di grup WhatsApp lingkungan NU. “Benar,” kata Sekretaris PWNU Jatim Akhmad Muzakki dikonfirmasi VIVA soal SK itu pada Minggu, 28 November 2021.

Rapat Terkait Muktamar ke-34 NU oleh PWNU Jatim

Rapat Terkait Muktamar ke-34 NU oleh PWNU Jatim

Photo :
  • VIVA/ Nur Faishal

Ada dua poin keputusan yang tertuang dalam SK tersebut. Pertama, PWNU Jatim mendukung perintah Rais Aam NU yang memberi tenggat waktu pelaksanaan Muktamar ke-34 NU pada tanggal 17 Desember 2021. Hal itu seseuai dengan tugas dan kewenangan rais aam sebagaimana diatur dalam Pasal 14 AD NU dan Pasal 58 Ayat (1) dan (2) ART NU.

“Mendorong kepada pengurus jajaran tanfidziyah PBNU, termasuk panitia pengarah dan pelaksana Muktamar ke-34 NU untuk segera meningkatkan komunikasi organisasi ke jajaran syuriah PBNU guna menjaga kebersamaan dan keutuhan organisasi dalam menjalankan tugas organisasi, khususnya terkait pelaksanaan Muktamar ke-34 NU secara bermartabat demi menjaga marwah organisasi,” tulis di SK tersebut.

Muktamar ke-34 NU sejatinya sudah diputuskan akan digelar di Lampung pada 23-25 Desember 2021. Namun, jadwal tersebut terpaksa harus diubah karena berbenturan dengan PPKM Leve 3 yang dikeluarkan pemerintah selama Nataru, 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Lalu muncullah dua usulan di lingkungan petinggi NU, ada yang menginginkan muktamar dipercepat da nada yang menghendaki agar diundur.