Fakta-fakta Kopda Muslimin Suruh Babi Bunuh Istri, Ditemukan Tewas

Polda Jateng merilis 5 pelaku penembakan istri TNI di Semarang
Polda Jateng merilis 5 pelaku penembakan istri TNI di Semarang
Sumber :
  • Youtube Polda Jateng

VIVA Nasional – Perilaku kejam seorang anggota TNI tega merencanakan pembunuhan kepada istrinya karena ada orang ketiga dalam rumah tangganya. Babi Cs di suruh Kopda Muslimin menghabisi nyawa istrinya. Para pelaku pun sudah ditangkap. Informasi terkini, Kopda Muslimin tewas di Kendal. Berikut telah kami rangkum fakta-fakta pembunuhan berencana, hingga Kopda Muslimin tewas.

Kronologi penembakan

CCTV penembakan istri TNI di Semarang

CCTV penembakan istri TNI di Semarang

Photo :
  • Teguh Joko Sutrisno

Seperti diberitakan VIVA sebelumnya, peristiwa penembakan terjadi di Kota Semarang pada Senin, 18 Juli lalu. Sekelompok orang tak dikenal menembak RW (34) yang merupakan istri anggota TNI. Penembakan terjadi di depan rumah korban di Jalan Cemara III Banyumanik Semarang. 

Korban merupakan istri dari seorang anggota TNI yang bertugas di Kota Semarang.  Korban mengalami luka tembak di bagian perut dan harus menjalani operasi pengambilan proyektil. Korban saat ini masih dirawat di RSUP Kariadi Semarang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan korban mendapatkan dua kali tembakan yang menuju ke tubuhnya. Insiden penembakan ini terjadi pada sekitar pukul 12.00 WIB ketika suami korban sedang berada di lantai dua rumahnya.  

"Satu proyektil bersarang di tubuh korban kemudian satunya lagi tembus (ke tubuh korban) dan tertinggal di TKP (tempat kejadian perkara)," ungkap Irwan saat ditemui di lokasi kejadian.

Para pelaku penembak istri anggota TNI

VIVA Militer: Pelaku penembak Rina.

VIVA Militer: Pelaku penembak Rina.

Photo :

Sebanyak 5 orang tersangka telah ditangkap dalam kasus penembakan Rina Wulandari (34), istri anggota TNI di Jalan Cemara III Banyumanik Semarang Senin, 18 Juli 2022. Para pelaku termasuk eksekutor merupakan warga sipil yang dibayar oleh aktor intelektual yang memberi order untuk melakukan penembakan.

Eksekutor bernama Sugiono (41) alias Babi, warga Sayung Demak Jateng. Ia melakukan penembakan dengan senjata genggam yang dipasok oleh penyedia senjata.

"Empat orang adalah tim eksekutor, dan satu orang lainnya adalah penyedia senjata api rakitan," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Lutfi di Mapolda Jawa Tengah, Senin, 25 Juli 2022.

Pembunuhan atas suruhan suami korban

VIVA Militer: Kopda Muslimin otak pelaku penembakan istri di Semarang

VIVA Militer: Kopda Muslimin otak pelaku penembakan istri di Semarang

Photo :
  • Pendam IV/Diponegoro

Menurut Irjen Ahmad, otak dari pembunuhan berencana tersebut merupakan suami dari korban itu sendiri, yakni Kopda Muslimin. Empat pelaku yang ditangkap merupakan orang bayaran untuk melakukan tindak kejahatan itu.
Pelaku mengaku uang bayaran penembakan terhadap istrinya itu diserahkan Kopda Muslimin beberapa saat usai penembakan berhasil dilakukan.

Ketika istrinya sekarat akibat dua peluru bersarang yang ditembakkan Babi ke tubuhnya, Kopda Muslimin malah meninggalkannya di rumah sakit. Ia menuju sebuah minimarket yang berada 300 meter dari rumah sakit. Di sana, para pelaku sudah menunggu bayaran dari Kopda Muslimin.

“Diberikan uang 120 juta kepada pelaku sebagai kompensasi,” kata Irjen Ahmad Luthfi saat konferensi pers.

Motif pembunuhan karena ada orang ketiga

Kapolrestabes Semarang menjelaskan peran para pelaku penembakan istri TNI

Kapolrestabes Semarang menjelaskan peran para pelaku penembakan istri TNI

Photo :
  • ANTARA/ I.C.Senjaya

Dikabarkan memang Kopda Muslimin telah lama merencanakan pembunuhan terhadap istrinya. Motifnya karena dia memiliki hubungan gelap dengan wanita lain.

“Motifnya punya pacar lagi. Delapan saksi sudah kita periksa termasuk pacarnya berinisial W,” kata Kapolda.
Pacar Kopda Muslimin sempat diajak kabur

Dari keterangan W, Kopda Muslimin sempat mengajak pacarnya melarikan diri usai penembakan terhadap istrinya. Namun, W tidak mau.

“Pacarnya W dilakukan pengamanan dan memberi keterangan bahwa dia (Kopda M) sempat lari usai kegiatan ini (penembakan) tapi pacarnya tidak mau,”ujarnya.

Cara-cara mengerikan Kopral TNI suruh Babi bunuh istri

Para tersangka penembakan istfi TNI di Semarang saat dibawa ke Mapolda Jateng.

Para tersangka penembakan istfi TNI di Semarang saat dibawa ke Mapolda Jateng.

Photo :
  • Teguh Joko Sutrisno/ tvOne.

Menurut Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, dari pengakuan pelaku penembakan, Kopda Muslimin juga pernah menyuruh Babi untuk menghabisi nyawa Rina dengan tiga cara lain.

Babi Cs mengaku pernah disuruh prajurit TNI itu membunuh Rina dengan cara meracuninya. Namun, Babi tak menjelaskan apakah dirinya melakukan rencana pembunuhan berencana itu.

Kemudian Kopda Muslimin juga pernah menyuruh Babi membunuh istri Kopda Muslimin dengan modus pencurian. Juga, Kopda Muslimin pernah merencanakan pembunuhan dengan cara menggunakan media ilmu hitam, yaitu santet.

Gunakan uang mertua untuk upah Babi Cs yang tembak istri Kopda M

Polisi menyebut uang Rp120 juta yang digunakan Kopda M untuk mengupah Babi Cs menghabisi nyawa istrinya itu diduga berasal dari mertuanya yang seharusnya digunakanuntuk biaya pengobatan.

“Jadi salah satu pegawai di rumah Kopda Muslimin ini di telepon untuk meminta uang kepada ibu mertuanya guna biaya rumah sakit,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar di Semarang.

Pegawai yang bertugas merawat burung peliharaan Kopda Muslimin itu mengaku diperintahkan untuk mengambil uang Rp120 juta dari ibu mertua Kopda Muslimin dengan alasan untuk biaya rumah sakit. 

Kopda Muslimin, kemudian memerintahkan lagi untuk meminta tambahan Rp90 juta dengan alasan biaya rumah sakit masih kurang. 

"Ternyata Rp120 juta itu diberikan kepada para pelaku penembakan, sedangkan Rp90 juta digunakan untuk melarikan diri," ujarnya.

Kopda Muslimin Tewas Diduga Minum Racun

Kopda Muslimin, dalang penembakan istri di Semarang

Kopda Muslimin, dalang penembakan istri di Semarang

Photo :
  • VIVA

Kopda Muslimin, buronan yang diduga dalang dari penembakan istrinya di Semarang ditemukan tewas di rumah orangtuanya di Kendal, Jawa Tengah pada Kamis pagi, 28 Juli 2022.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia, orangtuanya meminta Kopda Muslimin menyerahkan diri atas perbuatannya.

“Pada saat pulang beliau sempat minta maaf bahkan oleh orang tuanya dituturi (dinasihati) untuk menyerahkan diri,” kata Kapolda di rumah orangtua Kopda Muslimin.

Sekitar pukul 05.30 WIB hari ini, Kopda Muslimin dalam keadaan muntah-muntah. Pada pukul 07.00 WIB Kopda Muslimin dinyatakan meninggal dunia. Tim inafis dari Polda Jawa Tengah dan Denpom tengah melakukan olah TKP guna memastikan penyebab kematian Kopda Muslimin.

Sementara Kapolda menyebut sebelum tewas, Kopda Muslimin sempat meminta obat maag dan air manis untuk diminum. Setelahnya, ia muntah dan tertidur hingga ditemukan meninggal dunia. Dugaan sementara, menurut Kapolda , Kodpa M diduga minum racun sebelum akhirnya meninggal.

"Indikasi, ada tanda-tanda minum racun," jelas Lutfi.

Pemberitaan berikut ini tidak untuk menginspirasi dan diimbau anda tak menirunya. Jika anda merasakan gejala depresi, permasalahan psikologi yang berujung pemikiran untuk melakukan bunuh diri segera konsultasikan ke pihak-pihak yang dapat membantu anda seperti psikolog, psikiater atau klinik kesehatan mental.