Bripda Ignatius Tewas Tertembak di Cikeas, Bripda IMS dan Bripka IG Dijerat Pasal Berlapis

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan
Sumber :
  • dok Polri

Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan mengatakan, penyidik Polres Bogor, Jawa Barat telah menemukan unsur pidana yang dilakukan Bripda IMS dan Bripka IG atas tewasnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage karena ditembak di Rumah Susun Polri Cikeas, Jawa Barat pada Minggu, 23 Juli 2023.

img_title Terbongkar! Penyadapan Presiden Prabowo Diduga Berlangsung Sejak 2025, Polri Tetapkan 3 Tersangka Termasuk LSP

“Hasil pemeriksaan Penyidik Polres Bogor ditemukan unsur kelalaian oleh Bripda IMS,” kata Ramadhan di Mabes Polri pada Jumat, 28 Juli 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, perbuatan Bripda IMS ini telah melanggar Pasal 359 KUH Pidana dan/atau Pasal 338 KUH Pidana. Namun, kata dia, Bripda IMS juga dijerat pasal berlapis tentang kepemilikan senjata api. “Akan dilapis dengan Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 terkait tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam tanpa hak,” ujarnya.

img_title Bareskrim Tetapkan Tiga Orang Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, 1 Inisial LSP

Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage korban tembak seniornya

Photo :
  • Tangkapan layar Instagram Hotman Paris

Sementara Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan ada dua orang yang ditetapkan tersangka yaitu Bripda IMS (23) dan Bripka IG (33). Adapun, IMS pekerjaan Polri sebagai pengguna senjata api dan IG selaku pemilik senjata api yang menewaskan Bropda Ignatius.

img_title Awal Mula Isu Pati Polri Ditangkap, Dugaan Penyadapan Jadi Sorotan

Atas perbuatannya, kata dia, Bripda IMS dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 359 KUHP dan atau Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951. Bripka IG, lanjut dia, dikenakan Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 56 dan/atau Pasal 359 KUHP Juncto Pasal 56 dan atau Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ancaman pidana hukuman mati atau penjara hukuman seumur hidup atau hukuman penjara sementara sedikitnya 20 tahun," jelas Rio.

KSP Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Penyadapan Presiden Prabowo, Eks Kapolri Listyo Sigit Dijerat 3 Pasal dengan Ancaman Penjara hingga 10 Tahun

Bareskrim mengungkap modus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh yang dilakukan KSP Listyo Sigit. Tiga tersangka dijerat pasal KUHP dan UU ITE.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut