Cuaca Panas Sengat Kalimantan Barat, Kabut Asap Muncul

Kabut asap di Kabupaten Ogan Ilir
Kabut asap di Kabupaten Ogan Ilir
Sumber :
  • Aji Jun Putra/VIVAnews

VIVAnews - Kontras dengan Jakarta yang sedang banjir, sudah sebulan lebih kemarau melanda sejumlah daerah di Kalimantan Barat. Cuaca panas pun menyengat. Kekeringan melanda. Kabut asap pun tiba menyelimuti bumi Khatulistiwa ini.

Kabut asap melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Salah satunya, di Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya. Akibat kabut asap ini, debu asap pun masuk kedalam rumah setempat. Para pengendara roda dua memakai masker seadanya. 

“Debu asapnya masuk ke dalam rumah,” kata Handrini, seorang warga Kabupaten Kubu Raya kepada VIVAnews, Rabu 5 Februari 2014.

Lain halnya Riko. Ia merasakan sesak napas beberarap hari terakhir ini akibat pekatnya kabut asap. Selain itu juga, kata dia saat pagi tebalnya kabut asap itu menyebabkan jarak pandang saat berkendara nyaris tak terlihat kendaraan satu dengan yang lainnya.

“Tadi saya ke Bandara, pada jarak tertentu kendaraan sudah tak terlihat," katanya.

Sementara berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak, kualitas udara Kota Pontianak tidak sehat. Kondisi itu terjadi sejak tanggal 2, 3 ,4 Februari. Pada pukul 23.00 Selasa, kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sangat tidak sehat, dan rabu dini hari mulai 00.30 -02.00 masuk kategori berbahaya.

BLH Kota Pontianak berharap agar masyarakat tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak.

BLH menyarankan setiap warga memakai masker. Dan  tidak membakar sampah rumah tangga.  BLH juga mengimbau sekolah mengurangi kegiatan murid di luar kelas. Bagi masyarakat yang memili lahan pertanian tidak melaksanakan pembersihan dengan cara membakar.

Penerbangan Terganggu

General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak, Chandra Dista Wiradi, saat dikonfirmasi VIVAnews mengatakan, semua penerbangan terganggu akibat kabut asap  melanda Kota Pontianak, dan sekitarnya.

Menurut dia, ada sekitar 700 penumpang harus rela menunggu karena delay. Ratusan penumpang itu antara lain penumpang dari tujuh penerbangan yang tidak bisa berangkat sesuai jadwal.

"Ada tujuh penerbangan yang seharusnya berangkat pagi tadi, tetapi karena cuaca tidak memungkinkan maka baru bisa take off pukul 08.15. Delay sampai dengan 2 jam." (ren)