Santoso Pilih Kasih, Kelompok Teroris MIT Pecah

Kelompok teroris pimpinan Santoso di hutan persembunyian mereka di Poso saat masih lengkap beberapa waktu silam.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Abdullah Hamann

VIVA.co.id – Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin oleh Santoso alias Abu Wardah mulai terpecah-belah. Juru Bicara Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Kombes Polisi Rikwanto mengatakan, perpecahan di antara anggota kelompok terjadi lantaran istri Santoso diperlakukan sang pemimpin lebih istimewa.

Wewenang Terbatas, Tak Semua Pelaku Teror Terjangkau BNPT

Hal ini kata dia diketahui polisi berdasarkan informasi dari anggota teroris MIT yang sudah ditangkap oleh tim Operasi Tinombala yang merupakan gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri.

"Di antaranya ada daripada istri Santoso yang diperlakukan khusus menurut mereka. Padahal mereka sedang berjuang tapi satu sisi disuruh mengamankan keluarga daripada Santoso. Ini yang tidak diterima mereka," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 20 April 2016.

Mensos Jamin Pendidikan Anak-anak Korban Bom

Kemudian, kata Rikwanto, kelompok Santoso kini makin terdesak oleh pasukan Operasi Tinombala yang terus beroperasi di daerah Poso. Kelompok MIT diperkirakan sedang kesulitan memperoleh bahan makanan.

"Mereka terkucil kemudian pasukan yang ditugaskan di sana, pagar betis artinya seluruh jalur, wilayah yang bisa dia lewati untuk mencari logistik sudah kami isolasi," kata Rikwanto lagi.

BNPT Bakal Pertemukan Mantan Teroris dengan Korbannya
Personel kepolisian mengangkat peti jenazah almarhum Aiptu Martua Sigalingging, korban serangan teroris di Mapolda Sumut, 25 Juni 2017.

UU Antiterorisme yang Baru Lebih Detail Atur Hak Korban

Kini hak-hak korban aksi teror diatur lebih jelas.

img_title
VIVA.co.id
25 Mei 2018