Rekonstruksi Polisi Dibunuh Turis di Bali

Rekonstruksi pembunuhan petugas kepolisian di Pantai Kuta, Bali.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bobby Andalan (Bali)

VIVA.co.id – Rekonstruksi pembunuhan petugas kepolisian di Pantai Kuta, Bali, berlangsung ketat. Pembunuhan terhadap Aipda I Wayan Sudarsa itu terjadi pada Rabu, 17 Agustus 2016, pukul 03.30 WITA, sehingga rekonstruksinya digelar dengan waktu menyesuaikan ketika peristiwa tragis itu terjadi.

Kedua tersangka, Sara Connor dan David Taylor, datang menggunakan mobil tahanan sekira pukul 03.30 WITA, Rabu 31 Agustus 2015. Begitu tiba di lokasi, polisi langsung melakukan sterilisasi di sekitar lokasi.

Jalan Raya Pantai Kuta pun ditutup total. Garis polisi dipasang bersamaan dengan pagar betis petugas Dalmas hingga ke jalan raya depan Hotel Pullman. Polisi menjaga ketat sejumlah jurnalis yang hendak mengabadikan momen tersebut. Tak ada satu pun yang diberikan kesempatan mendekat ke lokasi.

Hingga pukul 04.30 WITA, rekonstruksi belum dimulai meski tersangka, pengacara dan saksi telah berada di lokasi. Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Hadi Purnomo, memantau langsung jalannya rekonstruksi.

Terlebih dahulu polisi menyiapkan sejumlah perangkat yang akan digunakan dalam rekonstruksi tersebut. Selama polisi menyiapkan segala keperluan rekonstruksi, Sara dan David berada di dalam mobil tahanan.

Pemandu rekonstruksi menjelaskan, adegan pertama dimulai ketika kedua tersangka berjalan di atas trotoar pinggir Pantai Kuta. Mereka berjalan begitu romantis sambil bergandengan tangan.

Adegan kedua, tersangka asal Inggris dan Australia ini memasuki Pantai Kuta tempat pembunuhan terjadi. Pada adegan ketiga, keduanya mulai memasuki pantai dan menjalani rekonstruksi di pinggir pantai.

Gangguan kecil

Peristiwa lucu terjadi saat rekonstruksi kasus pembunuhan polisi di Pantai Kuta oleh dua warga negara asing. Saat rekonstruksi berlangsung, tiba-tiba saja terjadi kegaduhan di Jalan Raya Pantai Kuta yang sedari tadi ditutup total.

Ternyata Brigadir Faisal Dibunuh Setan Botak Peureulak

Penyebabnya adalah seorang turis nekat ngebut dan menerobos barikade polisi yang memblokade jalan satu arah tersebut. Menggunakan motor matic, pria yang menggunakan kaos oblong bercelana pendek tanpa mengenakan helm itu nekat menerobos barikade polisi. Padahal, di ujung jalan sekitar 100 meter dari lokasi rekonstruksi sudah dihalangi oleh mobil patroli polisi.

Namun, pemuda itu tetap nekat menerobos jalan. Tak ayal, polisi yang berjaga bangkit berteriak dan mengejar bule tersebut.

Bukannya takut, ia justru menarik gas motornya semakin kencang. Ia pun berjalan zig-zag menghindari kejaran petugas dan mobil polisi yang diparkir di tengah jalan. Sejumlah polisi pun berusaha menghadang bule itu dengan alat-alat seadanya seperti tempat sampah yang dilemparkan ke arah bule tersebut.

Anggota Intel Polres Tolikara Tewas Dikeroyok Warga

Hebatnya, dengan kecepatan tinggi dan hadangan sejumlah petugas kepolisian, bule tersebut berhasil lolos. Ia pun melaju meninggalkan barisan polisi yang tampak kesal tak mampu menahannya.

Sementara itu, dua tersangka pembunuh Aipda I Wayan Sudarsa, Sara Connor dan David Taylor, masih menjalani reka adegan di dalam areal Pantai Kuta. Ada 68 reka ulang peristiwa yang terjadi pada Rabu, 17 Agustus 2016 pukul 03.30 WITA itu.

Heather Lois Mack (tengah), warga Amerika Serikat terpidana kasus pembunuhan ibu

WNA AS Pembunuh Ibu Kandung Dalam Koper di Bali Dideportasi

WNA AS pembunuh Ibu kandung dalam koper di Bali dideportasi kemarin (2/11/2021) malam beserta anaknya. Ia membunuh ibu kandungnya di Bali saat berlibur tahun 2014.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2021