Menanti Gebrakan BG Pimpin BIN
- VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Dengan asumsi itu, Hendardi menilai dipilihnya BG yang saat ini menjabat Wakil Kepala Polri, adalah tepat. "Karena itu jenderal polisi ini diyakini akan mampu mengelola lembaga intelijen dibanding dengan person dari TNI," katanya.
Sah Secara Hukum
Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis melihat, pemilihan BG sebagai Kepala BIN oleh Presiden Joko Widodo sudah tepat dan sesuai perundang-undangan. "BG dijadikan Kepala BIN, menurut saya tidak ada yang salah. BG memang pantas," kata Margarito.
Selain itu menurut, Margarito kekhawatiran orang akan kemampuan BG tidak beralasan. "Saya yakin sebagai jenderal bintang tiga, beliau memiliki kemampuan di bidang intelijen. Jadi bukan hal yang asing, jadi tidak cukup alasan jika disebut polisi tidak memiliki kemampuan," ujarnya.
Selain itu, ia menyakini di bawah kepemimpinan BG, BIN akan lebih baik dalam menyelesaikan persoalan sekarang ini. "Beliau banyak jaringan, tidak mungkin BG tidak bisa menyelesaikan persoalan di dalam maupun di luar negeri."
Bagaimana kinerja BIN di bawah kepemimpinan BG, apakah bisa memenuhi harapan publik, waktulah yang bisa menunjukkannya. Saat ini, perwira tinggi Polri kelahiran Surakarta, 11 Desember 1959 itu, harus melewati proses di DPR sebelum benar-benar dilantik sebagai Kepala BIN.
(mus)