Mengapa Polisi Larang Acara Hizbut Tahrir Indonesia?

Ilustrasi Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Sumber :
  • VIVA/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Acara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di berbagai daerah di tanah air mendapat banyak penolakan dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Kepolisian pun akhirnya mengambil langkah untuk menghentikan acara yang mengangkat tema Khilafah Kewajiban Syar'i Jalan Kebangkitan Umat tersebut.

Guru Besar UMJ Ingatkan Gerakan Pro-Khilafah Masih Eksis di RI dengan Modus Baru

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian langkah penghentian acara itu semata ditujukan untuk mencegah konflik di tengah masyarakat.

"Banyak ancaman dari berbagai pihak yang tidak suka, yang anti HTI. Polisi mencegah konflik. Maka janganlah (menggelar acara)," kata Tito di Mabe Polri, Jumat, 28 April 2017.

Menag Yaqut Buka Suara Soal HTI Diduga Gelar Kegiatan di TMII

Bahkan Tito juga memastikan, pihaknya kini sedang mendalami proses rekrutmen HTI yang kini telah menyasar ke sejumlah kampus.

Menurutnya, jika memang nantinya proses perekrutan itu mengedepankan konsep khilafah, maka akan dilakukan penertiban. "Kalau seandainya itu dilakukan (menegakkan) khilafah. (Maka) Bertentangan dengan ideologi Pancasila," kata Tito. (hd)

HTI Diduga Gelar Kegiatan di TMII, Polisi Akan Periksa Panitia Penyelenggara Acara
5 oknum anggota ormas di Tasikmalaya ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan

5 Anggota Ormas Penganiaya Satpam Leasing Tasikmalaya Jadi Tersangka, Fix Lebaran di Penjara!

Polres Tasikmalaya menetapkan 5 orang oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) sebagai tersangka kasus penganiayaan dan perusakan kantor leasing di Tasikmalaya

img_title
VIVA.co.id
27 Maret 2024