Bus-bus dari Selatan Jabar Dilarang Beroperasi saat Mudik

Ilustrasi arus balik di Jalan Lingkar Nagreg di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Novrian Arbi

VIVA.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menerima laporan dari Pemerintah Provinsi bahwa sebagian bus milik sejumlah perusahaan otobus dilarang beroperasi selama arus mudik. Sebabnya ialah bus-bus itu dinyatakan tak laik jalan setelah pemeriksaan armada angkutan (ram check).

img_title Kemenag Siapkan 6.180 Posko Masjid Buka 24 Jam di Jalur Mudik 2025

Namun Dewan menolak menyebutkan jumlah bus yang dilarang beroperasi dan perusahaan pemiliknya. Dewan hanya mengatakan, sebagian besar dari perusahaan otobus itu berbasis di kota/kabupaten di selatan Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(bus-bus yang dilarang beroperasi selama arus mudik Lebaran) Kebanyakan dari arah selatan," kata Gatot Cahyono, anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat di Bandung pada Rabu, 14 Juni 2017.

img_title Curhat Pengemudi Mobil Jalur Mudik Ditutup Tenda Nikahan

DPRD juga mendesak Pemerintah Provinsi mengoptimalkan perbaikan jalan di jalur utama daerah utara, tengah, dan selatan Jawa Barat. Dewan menargetkan perbaikan jalan selesai paling lambat tujuh hari menjelang Lebaran.

Meski demikian, Gatot menyarankan pemudik tetap berhati-hati ketika melintasi jalur mudik di Jawa Barat. Ada jalur krusial dari arah barat yang diharuskan menjadi perhatian petugas untuk memangkas potensi kepadatan.

img_title Keseruan Rayakan Bulan Kemerdekaan, Arakan Ondel-Ondel dalam Mal Hingga Kuliner Jalur Mudik!

"Kalau krusial, di daerah barat masih di Ciawi (puncak Bogor), lalu ke arah Sukabumi. Lalu masuk ke Bandung biasanya di Cileunyi, Rancaekek, Nagreg. Di tengah ada Cadas Pangeran (Sumedang). Ini harus jadi perhatian," katanya. (one)

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo

Polri Siagakan 5 Kapal di Jalur Strategis Nasional, Antisipasi Kontinjensi Kecelakaan Laut Jalur Mudik 2026

Polri memastikan kesiapsiagaan penuh dalam mengamankan arus mudik Lebaran 2026, khususnya di jalur penyeberangan laut strategis di seluruh Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
17 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut