Akbar Tanjung Kritisi Praktik Politik Hubungan Darah

Akbar Tandjung
Akbar Tandjung
Sumber :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

VIVAnews - Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tanjung, mengkritik praktik politik yang mendasarkan pada hubungan darah dan kekeluargaan. Menurut Akbar, tidak elok jika seseorang memimpin suatu partai, tetapi di saat bersamaan putranya juga menduduki jabatan elite.

"Nggak tepatlah, bapaknya ketua partai masa anaknya politisi di partai," kata Akbar dalam diskusi tentang budaya politik di kediaman Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta, Jumat malam, 8 November 2013.

Pandangan Akbar ini seolah menyentil gaya politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Partai Demokrat. Selain pendiri, SBY adalah Ketua Umum Partai Demokrat. Dan di saat bersamaan, putranya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, merupakan sekretaris jenderal (sekjen).

Akbar berpendapat seseorang masuk di dunia poilitik seharusnya karena merasa terpanggil dan mempunyai perhatian untuk memperbaiki nasib rakyat. Bukan karena paksaan orangtua. Oleh karena itu, ia tidak mau secara sengaja mendorong anaknya terjun di dunia poiltik.