Harapan Pelaku Bisnis pada Capres dan Cawapres 2019

Shinta Widjaja Kamdani .
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo, Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, pelaku usaha sangat berharap, kebijakan-kebijakan ekonomi Presiden maupun Wakil Presiden yang menang di Pemilihan Umum 2019, bisa benar-benar diimplementasikan.

img_title Buka Potensi Kerja Sama, Pengusaha Nasional RI dan Pengusaha India Bakal Bertemu di New Delhi

Dia menilai, Joko Widodo maupun Prabowo Subianto, sama-sama menawarkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang sangat bagus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memakmurkan. Namun, tidak ada yang benar-benar diimplementasikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mencontohkan, pada masa pemerintahan Jokowi sendiri telah menawarkan kebijakan-kebijakan yang baik, seperti kemudahan perizinan melalui One Single Submission (OSS). Namun, hal itu dianggapnya tidak berjalan dengan baik di pusat maupun daerah.

img_title Bahlil: Saya yang Usulkan Pilpres 2024 Ditunda Ketika Jadi Menteri Investasi, bukan Jokowi

"Tadinya pusat dan daerah mau diintegrasikan, misal lewat OSS. (Tapi) belum jalan. Masih banyak tumpang tindih sekarang antara pusat dan daerah. Ketidakpastian hukum, uncertainty masih ada sampai saat ini. Walaupun, kebijakannya kelihatannya jelas, kenyataannya enggak jalan di lapangan," kata di Shangri-la Hotel, Jakarta, Rabu 21 November 2018.

Kemudian, lanjut dia, yang juga harus menjadi perhatian adalah daya saing Indonesia yang masih kalah dengan negara-negara lain. Hal itu, menurutnya, akan menjadi perhatian investor global menanamkan modalnya di Indonesia.

img_title Istri Andre Taulany Diduga Pernah Hina Prabowo Sakit Jiwa di Pilpres 2019

"Kalau saya investor, mau masuk ke mana ya, Indonesia atau Vietnam. Harus dibedain dong, mereka kasih apa, infrastruktur, perpajakan, EODB (Ease of Doing Business atau peringkat kemudahan berusaha)nya. Mana yang lebih mudah, competitiveness dan daya saing. Ini issue yang mesti di address, bagaimana competitiveness kita," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, juga terhadap tantangan era Industrialisasi 4.0. Hal itu, menurutnya, akan sangat membuat lapangan kerja semakin minim, sehingga berpotensi banyak menyebabkan pengangguran di Indonesia. Karena itu, kebijakan yang harus di siapkan mulai dari penguatan skill di pendidikan, pelatihan, hingga tenaga kerjanya sendiri.

"Ketersediaan lapangan pekerjaan juga akan berkurang. Nah, ini harus berhati-hati. Karena, sekarang masih banyak juga masyarakat yang di bawah angka kemiskinan, bagaimana kekurangan pekerjaan yang disiapkan. Ini sesuatu yang harus di address," paparnya.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Peru Dina Erlicia Boluarte Zegarra

Presiden Peru Ajak Pengusaha RI Investasi di Sektor Energi hingga Infrastruktur

Presiden Peru, Dina Boluarte, mengajak para pengusaha khususnya di Kadin Indonesia, untuk memperluas investasinya pada berbagai sektor strategis di Peru.

img_title
VIVA.co.id
11 Agustus 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut