Dampak Corona, 150 Ribu Pekerja Mal di Jabar Terancam Dirumahkan

Ilustrasi virus corona/COVID-19.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VIVA – Diperkirakan sebanyak 150 ribu pekerja pusat perbelanjaan atau mal di Jawa Barat terancam di rumahkan. Hal itu imbas dari penutupan sementara usai diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai virus Corona (COVID-19).  

img_title Bertarung Pulihkan Pandemi, Jalan Terjal Pemerintah Indonesia Bangkit dari Belenggu COVID-19

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jawa Barat dalam keterangan pers-nya menyebut, untuk Kota Bandung sendiri ada sekitar 21 pusat perbelanjaan dari sekira 73 pusat perbelanjaan dan trade center yang sudah tutup sejak akhir Maret lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jawa Barat, Arman Hermawan menyatakan bahwa hampir semua pusat perbelanjaan telah melakukan penutupan sementara dan terus mengurangi aktivitas? pelayanan. Hal itu mencakup pusat perbelanjaan modern maupun yang semi modern (trade center).

img_title COVID-19 di Jakarta Naik Lagi, Total Ada 365 Kasus

“Penutupan sementara ini dilakukan karena adanya imbauan maupun surat permintaan penutupan sementara pusat perbelanjaan dari pemerintah baik di level kecamatan, pemerintah kota/kabupaten, dan provinsi demi menghambat penyebaran Covid-19,” kata dia dalam keterangan yang diterima pada Jumat 17 April 2020

Hal ini, jelas dia, mengakibatkan sejumlah besar penyewa, pedagang yang kisarannya hampir 95 persen terpaksa berhenti membuka usahanya sampai jangka waktu yang tidak bisa ditentukan.

img_title Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Naik Sejak November 2023

“Masih ada sekitar lima persen yang mencoba untuk bertahan membuka usaha diantaranya adalah kategori supermarket, food and beverages, maupun healthy/pharmacy, di mana khusus untuk food and beverages sudah tidak melayani makan di tempat dan hanya melayani pembelanjaan online melalui ojek daring,” ujar Arman.

Jika pandemi corona berlangsung lebih lama lagi, Arman menilai, industri bisnis usaha layanan retail para penyewa/pedagang akan semakin terpuruk hingga bangkrut.

Perlu diketahui bahwa di setiap pusat perbelanjaan modern maupun semi modern se-Jawa Barat juga banyak terdapat pengusaha kecil yang diakomodasi untuk berusaha oleh masing-masing pusat perbelanjaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mereka inilah yang paling pertama akan merasakan dampaknya mengingat keterbatasan kapital maupun sistem pelayanannya,” ujarnya.

Terkait hal itu, APPBI berharap pemerintah memberikan insentif bagi industri tersebut, karena jumlah karyawan yang menggantungkan hidupnya setiap hari di industri retail pusat perbelanjaan di Jawa Barat angkanya cukup besar mencapai sedikitnya 150 ribu orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut