Curhat Kepala BKPM Pernah Tenteng Proposal Sulit Urus Izin Usaha

Debat terbuka Kepala BKPM dengan Mahasiswa Cipayung Plus.
Sumber :
  • Repro video.

VIVA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menceritakan saat muda dulu memilih jalan sebagai pengusaha ketimbang aktivis. Dia mengaku saat itu sudah lelah dengan kemiskinan. 

img_title Bahlil Bongkar Masalah Izin Tambang di Daerah, Kini Pengusaha Lokal hingga Koperasi Dapat Prioritas

Bahlil menceritakan dulu dirinya kerap membawa-bawa proposal dan mengurus perizinan berusaha. Cerita itu disampaikan Bahlil saat debat terbuka dengan mahasiswa Cipayung Plus, Rabu malam, 4 November 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sudah capek dengan kemiskinan. Itu mengapa saya mengambil jalan menjadi entrepreneurship, saya menjadi pengusaha," kata Bahlil.

img_title Bahlil Peringatkan Danantara Jangan Mau Ditekan Singapura soal Ekspor Listrik, Ini Alasannya

Baca juga: KPR Program Sejuta Rumah di BTN Cair Rp15,6 T hingga Kuartal III-2020

Meskipun demikian, Bahlil mengakui pada saat itu mengurus perizinan berusaha tidak mudah. Bahkan, menurutnya, cenderung seperti dipersulit dengan perizinan yang berlapis.

img_title Larangan Keras Bahlil agar Ekspor SDA Tak Mampir ke Negara 'Yang Itu': Saya Nggak Bisa Diolah oleh Mereka

"Padahal pengusaha itu cuma membutuhkan empat hal yaitu kepastian, kemudahan, keterbukaan dan kecepatan. Di Indonesia ini terdapat predikat sebagai negara terjelek mengurus izinnya," ujar Bahlil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil yakin adanya Undang-undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law ini bisa mengatasi masalah perizinan yang pernah dia alami tadi. Termasuk mengurangi potensi pelanggaran hukum seperti tindak penyuapan.

"UU ini adalah memangkas berbagai macam regulasi tumpang tindih untuk disimplifikasi," kata Bahlil.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia

Bahlil Ungkap Pemerintah Berencana Bangun Storage Minyak di Sumatra, Target Cadangan hingga 60 Hari

Pemerintah berencana membangun sejumlah fasilitas penyimpanan minyak mentah di wilayah Sumatra. Pembangunan ini untuk meningkatkan cadangan minyak Indonesia

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut