Bos BI Beberkan Strateginya Hadapi Normalisasi Kebijakan Moneter

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
Sumber :
  • BI

VIVA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan, pihaknya telah merancang strategi untuk merespons kebijakan normalisasi likuiditas global, sekaligus rencana The Federal Reserve (The Fed) yang disebut-sebut bakal menaikkan suku bunga acuan.

img_title Perkuat Ekonomi Kawasan, Mendagri Dorong IMT-GT Jadi Platform Kerja Sama Konkret

Langkah itu rencananya bakal dilakukan oleh BI, melalu strategi mempertahankan suku bunga acuan di level rendah selama inflasi masih terjaga dan belum berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Implementasi suku bunga rendah akan dilanjutkan, yang mana saat ini berada di level 3,5 persen, sampai nantinya apabila ada tanda-tanda awal tekanan inflasi," kata Perry dalam telekonferensi di acara 'Managing Risk of The Exit Policy Dynamics Through More Diversified Currency to Support Global Trade and Investment', Rabu 16 Februari 2022.

img_title Survei BI Ungkap Keyakinan Konsumen ke Kondisi Ekonomi Naik pada Agustus 2026

Perry menambahkan, dalam upaya meminimalisir dampak terhadap perekonomian nasional, kebijakan normalisasi likuditas global perlu diantisipasi dengan baik oleh pihak bank sentral.

Karenanya, langkah lain yang juga akan dilakukan oleh BI adalah melanjutkan stabilisasi pasar keuangan melalui triple intervention, sehingga rupiah dapat bergerak sesuai dengan fundamentalnya. 

img_title BI Laporkan Keyakinan Konsumen ke Ekonomi RI Meningkat di Agustus 2026, Cek Datanya

"Terutama di tengah kondisi pasar saat ini, yang masih dibayang-bayangi oleh adanya ancaman (ekonomi) global," ujarnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Photo :
  • BI

Selain itu, lanjut Perry, BI juga akan mulai mengurangi likuditias perbankan yang berlebih, dengan cara menaikan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap. Hal itu seiring upaya BI untuk memastikan bahwa para pihak perbankan tetap bisa melakukan pembiayaan.

"Serta turut berpartisipasi dalam pembiayaan surat utang pemerintah," kata Perry.

Dia menegaskan, langkah-langkah strategis tersebut akan dilakukan oleh BI, guna melakukan upaya-upaya pre-emptive terhadap berbagai kebijakan normalisasi global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Harapannya adalah supaya kondisi ekonomi makro Indonesia dapat tetap terjaga, di tengah momentum pemulihan. Semua hal ini akan kita koordinasikan dengan kebijakan nasional lainnya," ujarnya.

Emas Antam.

Harga Emas Hari Ini 10 September 2026: Produk Antam Meroket, Global Bervariasi

Harga emas produk PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dibanderol seharga Rp 2.625.000 per gram pada perdagangan hari ini. Harga itu naik Rp 15.000 per gram dibanding kemarin.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut