Riedl: Timnas Bermain Tanpa Gairah

Indonesia Takluk Ditangan Bahrain
Indonesia Takluk Ditangan Bahrain
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVAnews - Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl mengomentari kekalahan 0-2 dari Bahrain di laga kedua Grup E Prakualifikasi Piala Dunia 2014. Menurut Riedl, Timnas banyak kelemahan.

"Saya melihat Timnas sangat lelah. Tim yang melawan Bahrain bermain tanpa inspirasi, spirit, gairah serta sangat lemah secara taktik," kata Riedl dalam e-mail kepada VIVAnews.

Riedl layak mengomentari kekalahan pada laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa 6 September 2011 itu. Karena ia yang meletakkan fondasi permainan dan sebagian besar pemain merupakan pilihannya sebelum posisinya diganti Wim Rijsbergen. 

"Hampir semua pemain pilihan saya. Karena meraka para pemain terbaik di Indonesia. Pemain yang sama diturunkan saat melawan Turkmenistan. Tentu saja, dua atau tiga pemain baru bisa masuk, tapi tak lebih dari itu," lanjut Riedl.

Secara permainan, Tim Merah Putih memang mengalami penurunan kualitas dibanding saat tampil di Piala AFF 2010. Problem di lini belakang ditambah putusnya hubungan lini tengah dan depan menjadi salah satu penyebab kekalahan beruntun dari Bahrain dan Iran 0-3 serta Yordania 0-1 dalam laga uji coba.

"Pertanyaaanya adalah bagaimana tim pelatih meramu para pemain? Bagaimana mereka mengatasi tekanan kepada pemain dan seterusnya? Jika sudah begini, banyak pertanyaan mengarah kepada pelatih dan staf teknis mereka."
 
"Pelatih harus mengerti benar dengan kualitas timnya saat tampil di level internasional. Ia harus mengerti kekuatan dan membimbing Tim Indonesia. Tim ini bukan Jerman atau Belanda! Pelatih harus tahu dimana ia bekerja. Minimal, pelatih harus menyenangkan suporter yang menyaksikan para pemainnya terus berlari dan berjuang keras," tutur Riedl.

Dua kekalahan ini menipiskan peluang Indonesia lolos ke putaran IV alias 10 besar PPD 2014 Zona Asia. Indonesia berada di posisi buncit klasemen sementara Grup E dengan nilai 0, belum pernah mencetak gol dan sudah kebobolan lima gol.

Juara dan runner up dari lima grup akan masuk putaran IV. 10 tim ini akan dibagi lagi menjadi dua grup.