Ralf Rangnick Ungkap Penyesalan Terbesarnya Selama Besut MU

Manajer Manchester United, Ralf Rangnick
Manajer Manchester United, Ralf Rangnick
Sumber :
  • AP Photo/Rui Vieira

"Itu ada hubungannnya dengan kepercayaan diri, semangat tim, dan kebersamaan. Ini adalah kekecewaan terbesar saya karena kami tidak membangun semangat tim. Saya masih sangat percaya bahwa ada pemain inti di sini yang top dan cukup bagus untuk bermain di klub ini,' ujarnya.

Ke depan, Rangnick harus membagi waktu kerjanya antara perannya sebagai pelatih Timnas Austria dan sebagai penasihat di MU.

Rangnick juga mengungkapkan bahwa dia telah berbicara dengan manajer baru MU, Erik Ten Hag, dan eks pelatih 1899 Hoffenheim itu siap membantu sosok asal Belanda tersebut.

"Kami telah berbicara tentang tim secara rinci. Kami berbicara tentang semua area, di mana saya mungkin bisa membantu," ucap Rangnick.

Rangnick sendiri mempunyai tugas untuk mengantarkan MU finis di posisi keenam klasemen akhir Premier League agar musim depan mereka bisa berlaga di Liga Europa.

Kemenangan di markas Crystal Palace, pada hari Minggu 22 Mei 2022, menjadi harga mati bagi MU. Apalagi, pertandingan tersebut rencananya akan disaksikan oleh Ten Hag.