Pemerintah Italia Bakal Awasi Ketat Kelanjutan Serie A

Serie A.
Sumber :
  • twitter.com/SerieA_EN

VIVA –  Pemerintah Italia mulai memperlunak kebijakan lockdown untuk memulihkan aktivitas dan ekonomi mereka yang lumpuh. Hal ini membuka peluang kembali digulirkanya Serie A musim 2019/20.

Dampak Psikologis Perang Rusia-Ukraina kepada Pemain Atalanta

Pada 18 Mei 2020, klub-klub sudah diperbolehkan berlatih bersama dalam kelompok dan benar-benar mempersiapkan diri memulai kembali musim ini. Para pemain bakal melakoni tes COVID-19 setiap hari dengan tes darah dan swab, untuk memastikan tak ada kontaminasi dari luar.

(Baca juga: Update Terbaru, Serie A Bisa Dimulai Lagi pada 2 Juni)

AC Milan Vs Inter, Inzaghi: Derby Ini Kurang Spektakuler

"Kami bakal melanjutkan latihan tim olahraga pada 18 Mei, tapi hanya jika kondisi keselamatan dan keamanan dapat dikonfirmasi dalam beberapa pekan ke depan," kata Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora pada Rai1.

"Saya tak ingin menghukum atau memperlambat kembalinya sepakbola. Namun, saya pastikan harus ada protokol tertentu yang ketat untuk keamanan pada atlet," lanjutnya.

Jose Mourinho Saksikan Kemenangan AS Roma dari Bus

Lalu, pada 2 Juni menjadi tahap ketiga pembukaan negara. Ini memperbolehkan aktivitas orang dengan kontak jarak dekat seperti salon, tukang cukur, dan panti pijat.

Ini memungkinkan semua laga Serie A bisa dimainkan pada 2 Juni 2020, dengan asumsi tanpa penonton. Jika laga dimulai laga pada 2-10 Juni maka kompetisi bisa berakhir pada 15-30 Juli, dengan bermain dua kali seminggu.

"Federasi Sepakbola Italia (FIGC) memberikan protokol malam tadi. Komite ilmiah menganggapnya tak memadai, sehingga masih perlu penyesuaian. Di saat itu, saat protokol disetujui, kami baru bisa memutuskan apakah sepakbola bakal dimulai lagi atau tidak," ucap Spadafora.

"Kami sadar bahwa dunia sepakbola patut dihargai dan didukung, karena itu adalah salah satu sumber daya ekonomi terbesar di negara ini," tegasnya.

Italia merupakan salah satu negara yang terdampak besar virus corona. Total, ada 197.675 kasus dengan 26.644 kematian, sedangkan 64.928 jiwa berhasil disembuhkan.
 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya