Logo ABC

Orang yang Aktif Cek Fakta Informasi Masih Juga Sebarkan Berita Bohong

Sebuah survei yang melibatkan pembaca buletin CoronaCheck menemukan sebagian dari mereka masih menyebarkan informasi salah meski sering mengecek kebenarannya. (ABC News: Gian De Poloni)
Sebuah survei yang melibatkan pembaca buletin CoronaCheck menemukan sebagian dari mereka masih menyebarkan informasi salah meski sering mengecek kebenarannya. (ABC News: Gian De Poloni)
Sumber :
  • abc

"Meski dengan berlangganan buletin pengecekan fakta seperti CoronaCheck kemungkinan membuat individu peka terhadap kebenaran informasi, hal ini jelas tidak cukup untuk menghentikan kemungkinan individu menyebarkan informasi yang salah," ujarnya.

"Karena itu, bahkan untuk kelompok ini kelihatannya diperlukan intervensi yang lebih gamblang untuk mencegah penyebaran informasi yang salah."

Menurut Dr Saling, pria lebih cenderung membagikan informasi yang salah. Mereka juga memiliki kepercayaan yang lebih rendah pada sains.

"Kami juga menemukan bahwa keraguan untuk divaksinasi disebabkan karena rendahnya kepercayaan terhadap sains dan keyakinan pada konspirasi yang lebih tinggi," kata Dr Saling.

"Pria juga memiliki lebih banyak keraguan terhadap vaksin."

Mengapa tetap membagikan informasi yang salah?

Ada beberapa sebab orang membagikan informasi yang salah. 12,4 persen di antaranya melakukannya untuk hiburan, 35,7 persen karena informasinya tampak menarik, dan 38,3 persen untuk menanyakan opini kedua.