5 Hal Penting Bagi Vlogger untuk Sukses Jaring Fans
- REUTERS/Damir Sagolj
Inisiasi seperti ini bukan hanya membuat fans dan penonton merasa dilibatkan, namun juga menjadi bagian dari strategi user generated content yang membuka kesempatan si vlogger menjadi makin viral di media sosial.
Komunikasi yang kuat dengan para fans dan penonton juga menjadi kunci penting jika si vlogger ingin memiliki rencana untuk membangun komunitasnya sendiri. Biarkan mereka memberikan lebih banyak masukan untuk mendapatkan angle konten yang lebih kreatif. Dengan ini, vlogger dapat belajar untuk lebih terbuka dengan segala kritik dan saran sebagai bagian dari proses untuk mengembangkan diri dan membangun mentalitas yang perlu dimiliki untuk tetap bertahan.
3. Konten apik dengan perangkat yang mendukung
Saat ingin memulai vlogging, banyak yang ragu karena tidak memiliki perangkat seperti kamera digital atau video recorder untuk merekam konten vlog. Padahal, beberapa vlogger ternama pun tidak sungkan dalam menggunakan smartphone untuk merekam konten videonya selama hasilnya masih berkualitas baik.
Faktor utama yang membuat si vlogger ‘stand-out’ adalah konten seperti apa yang dibagikan kepada penonton. Misalnya, ketika beauty vlogger membuat review mengenai suatu merek make-up, dia hanya menguji untuk kulit wajahnya. Satu vlogger lain memiliki ide untuk melakukan test product dengan teman-temannya yang memiliki beragam jenis dan warna kulit berbeda-beda, kontennya pun semakin kaya dan menjawab rasa ingin tahu penonton yang memiliki beragam kondisi dan warna kulit.
Ada kalanya, materi vlog yang seru didapatkan saat sedang liburan, hang out, atau berpetualang di alam. Di saat-saat seperti ini, ukuran perangkat yang dibawa perlu diperhatikan agar lebih praktis namun tetap mampu merekam video yang berkualitas. Jangan lewatkan momen seperti ini dan tetap vlogging dengan smartphone.
4. Pakai media sosial secara efektif
Seorang vlogger yang memiliki jiwa konten kreator sejati pasti mampu berkreasi di lintas platform, tidak hanya YouTube saja. Ini karena kreativitas tersebut bisa mereka sampaikan dalam berbagai bentuk. Media sosial juga bisa menjadi aset untuk mendukung konten vlog mereka, misalnya dengan guyonan di Twitter, video pendek kreatif di Instagram, dan penjelasan detil di Blog.