Prof Arif Launching Buku Tentang Mindset Baru untuk Transformasi
Terkait growth mindset, Prof Arif Satria mencontohkan, banyak alumni IPB University yang berasal dari keluarga dengan kehidupan ekonomi terbatas, berprestasi dan masuk IPB University. Ketika berada dalam sebuah lingkungan yang kondusif, maka dia bisa tumbuh besar.
“Ini adalah contoh mindset yang growth ditambah satu ekosistem yang mendukung. Oleh karena itu, saya sebagai Rektor punya tugas untuk membangun ekosistem di kampus agar membuat orang-orang seperti itu terus percaya diri, terus maju,” katanya.
Buku Rector Message: Mindset Baru Untuk Transformasi sedikitnya berisi lima bagian utama. Masing-masing bagian terdiri dari beberapa tulisan yang mencerminkan dari isi bagian utama. Bagian atau bab tulisan meliputi Inovasi Disrupsi dan Strategi Menjadi Bangsa Besar, Mindset Baru dan Pembelajar Lincah, Bangkit dari COVID-19, IPB Future, dan Spiritualitas untuk Transformasi.
Dalam launching bukunya tersebut, Prof Arif Satria mengaku bahwa menulis merupakan bagian dari mendokumentasikan pemikiran. Ia bercerita, kemampuan menulisnya sudah diasah sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Saat itu, ia diberi mesin tik oleh orangtuanya dan mulai belajar menulis.
“Orangtua saya selalu berpesan, kalau bisa bermain gitar, harus bisa membuat lagu. Kalau bisa ngetik, harus bisa menulis. Kalau jadi dosen, harus jadi profesor,” terangnya.
Dalam kesempatan ini, buku Rector Message diulas oleh penanggap, diantaranya adalah Prof Tridoyo Kusumastanto (Ketua Majelis Wali Amanat IPB University), Prof Dodi Nandika (Ketua Senat Akademik IPB University), Prof Herry Suhardiyanto (Rektor IPB University tahun 2007-2017), Prof Evy Damayanthi (Ketua Dewan Guru Besar IPB University), dan Prof M Aman Wirakartakusumah (Rektor IPB University 1998-2002).
Prof Tridoyo Kusumastanto menyampaikan, bahwa transformasi yang dibahas dalam buku ini memiliki syarat agar bisa berjalan. Pertama, harus memiliki mimpi yang dituangkan ke dalam visi misi. Kedua, harus dijabarkan dan didukung oleh stakeholder. Kemudian, agar hal tersebut menjadi proses yang terus-menerus, maka harus dibuat sistem. “Yang paling penting adalah transformasi tidak akan bisa berjalan apabila tidak memiliki leader yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Prof Dodi Nandika mengaku, buku Rector Message adalah sebuah ajakan dan dorongan untuk hijrah, terutama hijrah mindset. Menurutnya, dalam era yang serba tidak pasti ini, kita harus bisa menemukan skill baru untuk menghadapi tantangan masa depan.