Menilik Pengolahan Air Limbah di Jakarta

Ilustrasi Sistem Pembangunan Pengelolaan Air Limbah Domestik.
Sumber :

VIVA Edukasi – Masyarakat kerap ingin tahu proses pengolahan air limbah di DKI Jakarta. HUT Paljaya Tahun 2022 mengusung tema “Sanitasi Aman Untuk Jakarta”. Tema ini berkaitan erat dengan dengan tugas pokok dan keseharian Perumda Paljaya yang berkomitmen  untuk terus memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas sanitasi yang aman untuk masyarakat Jakarta.

img_title Pramono Tinjau Proyek Pengelolaan Air Limbah di Pluit, Target Rampung 2027

Untuk informasi, Kegiatan penggunaan air sehari-hari masyarakat menghasilkan air limbah. Air limbah tersebut jika dibuang langsung ke badan air tanpa diolah terlebih dahulu bukan hanya menimbulkan kerusakan lingkungan namun juga mengancam kesehatan masyarakat karena menyebabkan penyakit-penyakit berbasis air (waterborne disease) seperti diare, thyphus, disentri dan kolera. Agar hal tersebut tidak terjadi kita harus memastikan bahwa air limbah yang kita hasilkan sudah diolah sebelum dibuang ke badan air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengelolaan air limbah dapat dilakukan melalui 2 pendekatan, pendekatan pertama dan yang umum digunakan di Jakarta yaitu melalui penggunaan pengelolaan dengan sistem setempat di mana warga menggunakan tangki septik yang sesuai standar dan dilengkapi dengan pengolahan lanjutan seperti bidang resapan maupun kolam sanita dan tak lupa  melakukan penyedotan lumpur tinja dari tangki septik secara berkala minimal 3 tahun sekali untuk memastikan agar air dikembalikan ke lingkungan sudah aman dan tidak mencemari air tanah atau air permukaan.

img_title Kedubes China Kecam Keras Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut

Untuk sistem setempat ini Paljaya memiliki layanan penjualan tangki septik BIOPAL, penyedotan lumpur tinja dan pengolahannya di  Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). DKI Jakarta memiliki 2 IPLT yang berlokasi  di Pulo Gebang dan Duri Kosambi yang dioperasikan oleh Paljaya dengan kapasitas total 1.800 m3/hari. Untuk sistem setempat Pemprov DKI juga melalui Paljaya melaksanakan Program Revitalisasi Tangki Septik untuk dengan tujuan bahwa untuk area-area yang belum dijangkau jaringan perpipaan air limbah masyarakat sudah menggunakan tangki septik yang aman.

Pendekatan Kedua yaitu menggunakan sistem pengelolaan secara terpusat dimana air limbah yang dihasilkan langsung dialirkan melalui jaringan perpipaan air limbah dan diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Saat ini Paljaya dengan IPAL Setiabudi dan IPAL Krukut melayani zona 0 (salah 1 zona dari total 15 zona pengelolaan air limbah di DKI Jakarta) dengan kapasitas total sekitar 30.000 m3/hari yang saat ini melayani sekitar 2.699.205 People Equivalent (PE) dan akan terus bertambah seiring perluasan jaringan perpipaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Para Ahli Khawatir Dampak Pembuangan Air Limbah Nuklir Jepang ke Laut
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut