Hukum Kurban Dilaksanakan Setelah Lewat Idul Adha

Hewan Kurban Milik Presiden dan Wapres RI
Sumber :
  • VIVA/ Natania Longdong

Jakarta – Hari raya Idul Adha telah usai, tetapi terkejar mengenai pelaksanaan hukum kurban setelah melewati tanggal 10 Dzulhijjah masih menjadi topik hangat di kalangan umat Muslim. Polemik ini melibatkan berbagai perspektif agama dan tradisi, menciptakan perbedaan pendapat yang signifikan.

img_title Said Abdullah sebut MSCI Bukan Lembaga Agama: Pengurusnya Bukan Nabi!

Hukum kurban adalah salah satu praktik penting dalam agama Islam, di mana umat Muslim menyembelih hewan tertentu sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Tradisi ini berasal dari kisah Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan anak sebagai bentuk kesetiaan kepada Allah SWT, sebelum menyerah dengan seekor domba sebagai pengganti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pedagang hewan kurban gunakan fasilitas trotoar

Photo :
  • Yeni Lestari

img_title Utang Orang yang Meninggal Siapa yang Wajib Melunasi? Ini Hukumnya dalam Islam

Namun, munculnya kontroversi terkait pelaksanaan kurban setelah lewat Idul Adha didasarkan pada beberapa pertimbangan praktis. Beberapa faktor yang menjadi alasan bagi sebagian orang termasuk keterbatasan tempat pemotongan hewan, logistik yang rumit, dan kurangnya kemampuan waktu atau sumber daya pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Pendukung pelaksanaan kurban setelah melewati Idul Adha berargumen bahwa hukum kurban tidak harus terikat dengan tanggal yang spesifik, selama masih berada dalam periode bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan yang diperuntukkan bagi kurban.

img_title MUI Beri Tanggapan soal Wacana Alat Bantu Seks untuk Warga Binaan di Lapas

Mereka berpendapat bahwa tujuan utama hukum kurban adalah untuk menunjukkan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dan bukan semata mata tentang tanggal yang tepat.

Di sisi lain, sebagian orang percaya bahwa pelaksanaan hukum kurban harus dilakukan tepat pada tanggal 10 Dzulhijjah sebagai bentuk ketaatan yang konsisten dengan ajaran agama. Mereka beranggapan bahwa mematuhi tanggal yang ditentukan adalah bagian integral dari tradisi dan praktik keagamaan yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Perdebatan ini memang kompleks, karena melibatkan pertimbangan agama, tradisi, dan praktis yang saling bertentangan. Namun, penting untuk menyimpan sikap saling menghormati dan memahami perbedaan pendapat.

Setiap individu atau kelompok memiliki kebebasan untuk memilih waktu pelaksanaan kurban sesuai keyakinan dan kepercayaan mereka, selama tetap mematuhi prinsip-prinsip agama dan etika yang terkait.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hewan kurban.

Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

Untuk menghindari kontroversi yang lebih lanjut, penting bagi masyarakat Muslim untuk berdiskusi dan berdialog dengan tokoh agama atau ulama setempat guna mencapai pemahaman bersama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut