Unand Pecat Dua Mahasiswa Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand)
Sumber :
  • VIVA/Andri Mardiansyah

Padang - Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Yuliandri menerbitkan surat keputusan pemberhentian alias drop out terhadap dua mahasiswa dari program sarjana Fakultas Kedokteran masing-masing berinisal "NZRD" dan "HJHH" yang tersandung perkara dugaan pelecehan seksual terhadap 12 mahasiswi lainnya.

img_title Jakarta Diguncang 61 Titik Demo Hari Ini, di DPR hingga Mahasiswa Trisakti Turun Aksi

Surat keputusan pemberhentian itu, ditandatangani langsung oleh Yuliandri tertanggal 15 Juni 2023. Pemberhentian kedua mahasiswa itu, merupakan tindak lanjut hasil rekomendasi Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Andalas (Unand) Padang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bahwa berdasarkan rekomendasi hasil pemeriksaan Satgas PPKS Universitas Andalas terhadap terduga pelanggar kasus kekerasan seksual mahasiswa Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Andalas diberikan sanksi akademik berat atas pelanggaran tersebut,"demikian bunyi poin pertama yang dikutip dari dokumen surat pemberhentian itu, Sabtu 8 Juli 2023.

img_title Kapolri Ingatkan Satu Hal Penting Ini ke Massa yang Demo Hari Ini

Rektor Universitas Andalas (Unand) Prof Yuliandri.

Photo :
  • VIVA/Andri Mardiansyah (Padang)

Lalu, dalam narasi surat pemberhentian itu juga disebutkan bahwa dengan pemberhentian mahasiswa tersebut, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak terdaftar dan dibatalkan seluruh riwayat aktivitas akademiknya sebagai mahasiswa Universitas Andalas pada Program Studi tersebut.

img_title Sahroni: Polisi, Tolong Jaga Adik-adik Mahasiswa yang Sedang Demo!

Keputusan itu, juga disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dilaksanakan. Dan, keputusan tersebut berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, kedua mahasiswa itu diduga telah melakukan perbuatan pelecehan seksual 12 mahasiswi lainnya di kampus tersebut.  Perbuatan tak senonoh keduanya, terungkap setelah akun twitter @andalasfess mengunggah persoalan tersebut.

Dari penyidikan polisi, diketahui bahwa pelaku wanita melakukan pelecehan seksual dengan merekam korban yang sedang tidur. Pelaku wanita tidur di kos temannya dengan berbagai alasan. Ketika temannya itu tertidur, korban melakukan aksinya dengan mengambil visual korban. Video itu dikirim ke pacarnya HJHH.

Gedung Polda Metro Jaya, Sudirman

Soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf

Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul polemik pemberitaan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di depan Pos Polisi (Pospol)

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut