Cerita Peggy Melati Sukma Dakwah di Amerika dan Palestina

Peggy Melati Sukma
Sumber :
  • Facebook Peggy Melati

VIVA.co.id – Usai menjalani misi dakwah dan sejumlah misi sosial ke 20 negara selama tiga tahun terakhir, aktris Peggy Melati Sukma pun akhirnya mengeluarkan tiga buah buku yang merekam catatan perjalanannya tersebut. 

3 Artis Lawas yang Memutuskan Hijrah Saat Usia Muda, Ada Desy Ratnasari

Ketiga buku rilisan terbaru Peggy bersama Noura Publishing itu adalah, 'Ya Rabbana, Aku Ingin Pulang', 'Kun Fayakun! Menembus Palestina', dan 'Kuketuk Langit dari Kota Judi: Menjejak Amerika'.

Peggy mengungkapkan, ketiga buku ini merupakan lanjutan dari seri buku inspirasi hijrah yang dimulainya sejak 2014 silam. Dengan sebuah buku perdana berjudul 'Kujemput Engkau di Sepertiga Malam', yang kini sudah terjual puluhan ribu eksemplar dan telah memasuki cetakan ke-15.

Sejak Hijrah, Peggy Melati Sukma Gak Pernah Dengerin Musik hingga Nonton Bioskop

Pada buku ‘Ya Rabbana, Aku Ingin Pulang’, Peggy menjelaskan, isinya menceritakan tentang perjalanan hijrahnya di dua kota suci umat Islam, yakni Mekah dan Madinah.

Sementara di buku ‘Kuketuk Langit dari Kota Judi: Menjejak Amerika’, Peggy menceritakan kisah perjalanan misi dakwahnya di negeri Paman Sam tersebut, usai dipimpin oleh Presiden Donald Trump.

Kini Tekuni Dakwah, Peggy Melati Sukma Ketemu Jodoh Pengusaha Kaya di Selandia Baru

"Ada hal krusial tentang pergerakan dakwah di Amerika awal 2017 ini, setelah terpilihnya Donald Trump. Ada urgensi yang harus saya sampaikan atas kondisi terkini di bumi Amerika," kata Peggy saat ditemui di acara Islamic Book Fair 2017, JCC Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.

Selain itu, di buku ini Peggy juga menceritakan pengalamannya bersama Presiden Nusantara Foundation yang juga menjadi Imam Besar Masjid New York, yakni Imam Shamsi Ali. Pawai Anti Rasisme marak dilakukan di Amerika Serikat setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden.

"Lalu, di buku ini juga saya bahas bagaimana Imam Shamsi Ali memimpin gerakan lintas agama dan budaya, untuk melakukan reli kampanye antirasisme di Amerika. Karena ketika ada arus baru dengan terpilihnya Donald Trump, maka ada dampak secara substansial juga pada gerakan dakwah di sana," ujarnya.

Mengenai buku ‘Kun Fayakun! Menembus Palestina’, Peggy menjelaskan, buku itu menceritakan hal-hal unik yang dialaminya saat berkunjung ke negeri yang hingga saat ini masih di bawah penjajahan rezim zionis Israel tersebut.

Dalam kesempatan itu pula, salah satu pemeran di sinetron Gerhana ini juga menceritakan pengalamannya bertemu dengan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Palestina, Syaikh Ali Umar Yaqoub Al Abbasi. Hingga sang Imam Besar Masjid Al-Aqsa itu bersedia memberikan kata pengantar di bukunya tersebut.

"Kenapa Palestina, karena ini juga sesuatu yang spesial buat saya. Kalau ke negara lain itu urus visa dan proses menuju ke sananya itu sudah biasa. Tapi hal-hal itu enggak terjadi saat kita mau ke Palestina. Makanya ini kita dahulukan sebagai proses perjalanan yang punya ke-khasan dalam pengerjaannya," kata Peggy. (ase)
 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya