Penderita Diabetes DKI Jakarta Tertinggi di Indonesia, Ini Sebabnya

Ilustrasi cek gula darah.
Sumber :
  • Pexels

VIVA – Kian hari, angka kejadian penyakit menular di Indonesia terus meningkat. Riset Kesehatan Dasar juga menyebutkan Ibu Kota Jakarta kini menempati peringkat pertama sebagai kota dengan angka prevalensi Diabetes Melitus tertinggi di Indonesia. 

Diabetes Tipe Ini Paling Banyak Diderita Anak-anak

Dibandingkan dengan data Riset Kesehatan Dasar 2013, persentase prevalensi Diabetes Melitus di Jakarta meningkat sebesar 0,9 persen dalam kurun waktu lima tahun dari 2,5 persen menjadi 3,4 persen.

Bahkan, menurut peneliti dari IMERI FKUI, dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD-KEMD, Ph.Dp angka tersebut hanyalah penderita diabetes yang sudah terdiagnosis. Sementara yang belum yang belum terdiagnosis diperkirakan mencapai 3-4 kali lipatnya. 

Anak Bertubuh Kurus Bisa Terkena Diabetes, Ini Alasannya

"Di Jakarta itu tinggi selain karena memang pola hidup tidak sehat mayoritas penduduknya juga karena deteksi dini diabetes sudah bagus di Puskesmas di Jakarta," kata Dicky dalam siaran pers yang diterima VIVA, Senin, 10 Desember 2018. 

Hal yang juga cukup mengkhawatirkan, data juga menunjukkan penderita diabetes di Jakarta relatif lebih muda dibandingkan kota-kota besar lain di dunia. Menurut dr. Dicky, 45 persen penderita diabetes di Jakarta berusia di bawah usia 40 tahun bahkan 10 persen berusia di bawah 30 tahun

Masyarakat Diminta Waspada Ancaman Penyakit Serius Selain COVID-19

"Sayangnya, hanya 30 persen pasien yang terkontrol. Penyebabnya bisa dari faktor dokter, atau masyarakat yang malas kontrol rutin. “Memang tantangan yang paling susah adalah mengubah gaya hidup meski pasien sudah minum obat teratur," tutur Dicky. 

Ia menambahkan,  jika tidak dilakukan intervensi sejak sekarang maka dalam 20-30 tahun ke depan, akan didominasi penduduk yang sakit dan tidak produktif. Selain penderitanya yang jumlahnya tinggi, diabetes juga menimbulkan masalah terkait komplikasi yang ditimbulkan. 

"Komplikasi diabetes ini membuat pembiayaan BPJS yang sangat tinggi untuk pengobatan penyakit kardiovaskular, stroke, gagal ginjal, amputasi dan sebagainya," ujar Dicky. 

Karena itu, Kementerian Kesehatan, Perhimpunan Endokrinologi Indonesia, FKUI dan sektor swasta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tengah melakukan upaya intervensi dalam program Cities Changing Diabetes. 

"Jadi Program ini akan dilakukan dengan melalui tiga tahapan,  pertama memetakan tiga masalah utama diabetes yang perlu ditangani segera, intervensi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut, Membagikan hasil dari program tersebut ke kota lain di Indonesia sehingga prevalensi bisa ditekan secara nasional," ujar Dicky. 

Ilustrasi nasi

Kurangi Makan Nasi, Bermanfaat Bagi Tubuh Juga Selamatkan Lingkungan

Konsumsi karbohidrat seperti nasi yang berlebihan ditambah gaya hidup sedentari alias ‘gerak minimal, makan maksimal’, bakal memicu obesitas

img_title
VIVA.co.id
20 Desember 2021