Cegah Bencana, Jokowi Imbau Kuatkan Sistem Peringatan Dini

Ilustrasi Aplikasi Bencana
Ilustrasi Aplikasi Bencana
Sumber :
  • vstory

VIVA – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menekankan perlunya komitmen global untuk menghadapi setiap bencana yang melanda dunia. Dan pertemuan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) adalah momen yang tepat untuk itu.

Hal tersebut diungkapkan Presiden ketika membuka GPDRR ke-7 di Bali Nusa Dua Convention Center. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi memaparkan, sebagai negara yang berisiko tinggi mengalami bencana, Indonesia dituntut untuk memiliki konsep mitigasi bencana yang tepat.

Untuk itu pemerintah melakukan berbagai langkah, seperti membuat sistem peringatan dini dan membangun kesadaran masyarakat akan bencana. 

“Kesiapan dan manajemen resiliensi yang tepat sangat memengaruhi seberapa banyak kerugian yang dialami,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga menuturkan, untuk membantu menghadapi berbagai macam bencana, Indonesia melakukan investasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, termasuk memastikan transfer teknologi dan akses pendanaan untuk risiko bencana berjalan dengan baik. Presiden memastikan melalui ajang GPDRR ini Indonesia siap berbagi strategi penanganan bencana dan sekaligus belajar hal yang sama dari negara lain. 

“Dibutuhkan komitmen global untuk mengimplementasikan manajemen resiliensidari bencana demi pembangunan yang berkelanjutan,” tutur Presiden.

Usai memberikan sambutan, Presiden Jokowi membuka GPDRR secara simbolis dengan memukul kulkul—kentongan khas masyarakat Bali.

Simulasi gempa

Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-76 Abdulla Shahid menyempatkan diri mengunjungi Indonesia Pavilion Eathquake Simulation Booth yang dikelola oleh Kementerian PPN/Bappenas. Di sini Abdulla berkeliling melihat berbagai paparan tentang kebencanaan di Indonesia, termasuk virtual reality (VR) simulasi gempa bumi.

Dengan alat peraga virtual ini, pengunjung bisa mengikuti simulasi gempa bumi termasuk merasakan getaran yang nyata. Melalui peranti VR mereka akan dibawa ke dalam beberapa lokasi yang berbeda dan belajar menghadapi gempa secara benar, tepat, dan aman di lokasi-lokasi tersebut.

Sejumlah pengunjung menyatakan kepuasannya setelah mencoba simulasi gempa virtual tersebut. Misha Khan dari Inggris, misalnya, menyebutkan bahwa simulasi ini sangat canggih dan menyenangkan. 

“Menarik. Ini pertama kalinya saya mencoba sumulasi ini. Saya rasa ini dapat diberikan kepada anak-anak agar mereka dapat mempelajari cara menghadapi gempa
tanpa rasa panik,” katanya.

Pengunjung lainnya, Kartius dari Kalimantan Barat merasakan hal yang sama. “Generasi muda saat ini sangat tertarik pada hal-hal yang berbau teknologi, sehingga mempelajari simulasi bencana alam dengan alat peraga semacam ini pasti menarik buat mereka,” ujarnya.

Acara tiga tahunan

GPDRR atau Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana adalah pertemuan multipemangku kepentingan yang diselenggarakan oleh United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) setiap tiga tahun. Misinya untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan, dan mendiskusikan perkembangan dan tren terbaru dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Sebagai tuan rumah GPDRR ke-7 tahun ini, Indonesia menjadi negara pertama di Asia-Pasifik yang menghelat GPDRR sejak pandemi COVID-19 melanda dunia. Tahun 2022 ini tema yang diangkat adalah From Risk to Resilience: “Towards Sustainable Development for All in a COVID-19 Transformed World" (Dari Risiko Menuju Ketangguhan: Mewujudkan Ketangguhan
untuk Semua di tengah Perubahan Dunia dari COVID-19).

Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam agenda kebencanaan, bukan hanya di kawasan Asia Tenggara dan Asia-Pasifik, tetapi juga di tingkat dunia. GPDRR menjadi ajang bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan dalam agenda kebencanaan dunia pascpandemi. Tercatat lebih dari 7.000 peserta dari 193 negara menghadiri ajang GPDRR ke-7 tahun ini, baik secara daring maupun luring yang digelar mulai 23 Mei hingga 28 Mei 2022.