Studi: Gaji Kecil Bikin Otak Cepat Tua

Ilustrasi dompet kering
Sumber :
  • Freepik: rawpixel.com

VIVA Lifestyle – Bekerja dengan gaji kecil atau gaji yang tidak sesuai adalah masalah bagi banyak orang. Meskipun pekerjaan yang digeluti sesuai passion, namun jika gaji yang diterima berada di bawah standar, tentu ini bukan hal yang ideal.

img_title Pramono Bakal Bayar Gaji PJLP yang Sempat Terlambat: November Sudah Bisa Diterima

Sebuah studi baru menemukan bahwa terus bekerja dengan gaji kecil menyebabkan penurunan memori secara signifikan lebih cepat. Sederhananya, ketika seseorang melakukan pekerjaan bergaji rendah, otak mereka menua lebih cepat daripada seseorang yang berpenghasilan tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title 63.789 Pekerja Kena PHK, DPR Desak Pemerintah Kawal Hak Mereka Dipenuhi Perusahaan

“Penelitian ini memberikan bukti baru yang mengejutkan, bahwa upah rendah bisa memicu penurunan memori yang lebih cepat” ujar penulis dari Columbia University Mailman School of Public Health, Katrina Kezios, dikutip dari Study Finds, Rabu.

Untuk dimuat dalam American Journal of Epidemiology, Katrina dan tim menggunakan data 2.879 orang AS berusia di atas 50 tahun dari Health and Retirement Study periode 1992–2016. Mereka fokus pada pendapatan para partisipan antara tahun 1992–2004, masa yang dianggap (tahun-tahun pendapatan tertinggi).

img_title Pria Jepang Alami Amnesia Bertahun-tahun, Ingatan Pulih Usai Ganti Pekerjaan

Dari sana, Katrina dan timnya memisahkan riwayat pendapatan setiap peserta ke dalam kategori tertentu. Kelompok-kelompok itu adalah, orang-orang yang tidak pernah bekerja dengan upah rendah, mereka yang pernah mendapatkan upah rendah sementara waktu, dan mereka yang terus-menerus bekerja dengan upah rendah antara tahun 1992 dan 2004.

Peneliti kemudian memeriksa hubungan antara upah dan penurunan memori selama 12 tahun ke depan, antara tahun 2004-2016. Hasilnya, dibandingkan kelompok yang tak pernah menerima gaji kecil, mereka yang berpenghasilan rendah mengalami penurunan memori yang lebih cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara khusus, pekerja berupah rendah mengalami penuaan kognitif satu tahun lebih cepat.

“Temuan kami menunjukkan bahwa kebijakan sosial yang meningkatkan kesejahteraan finansial bermanfaat bagi kesehatan kognitif,” tambah penulis senior Adina Zeki Al Hazzouri, asisten profesor epidemiologi di Columbia Mailman School.

Menko Pemberdayaan Masyarakat Cak Imin dan Dirut BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito (kiri) di Satya JKN Awards 2026

Satya JKN Awards 2026: Bukti Badan Usaha Peduli Pekerja

BPJS Kesehatan menganugerahkan penghargaan Satya JKN Awards 2026 kepada 8 pemerintah daerah dan 80 badan usaha yang menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut