Di Amerika, Pendonor Sperma Diberi Uang Hingga Rp20 juta

Sumber :
VIVA.co.id
Bahan Kimia yang Menutup Cahaya UV Mengganggu Sel Sperma
- Belum lama ini, sebuah studi yang baru saja dilakukan oleh para peneliti di Queensland University of Technology mengungkap hal-hal mengenai donor sperma.

Cara Facebook Wawancara Calon Karyawan Baru

"Kebutuhan dunia akan donor sperma sangat besar dan pasar online informal di luar klinik kesuburan telah banyak bermunculan," ujar penulis studi, Stephen Whyte.
Lima Tips Bekerja Sekantor dengan Mantan


Dilansir dari
Men's Fitness
, studi itu dilakukan untuk mengetahui bagaimana wanita memilih pendonor sperma. Peneliti mengumpulkan data dari 56 pria berusia antara 23 hingga 66 tahun asal Australia, Kanada, Inggris, Italia, Swedia dan AS mendonasikan sperma mereka melalui situs online dan forum pada tahun 2012 dan 2013. Beberapa di antaranya ada yang mendapatkan bayaran (regulated), semi-regulated dan unregulated atau cuma-cuma.


Peneliti lantas menjelaskan, lingkungan tersebut memfasilitasi lebih banyak interaksi antara penerima dan pendonor jika dibandingkankan dengan klinik kesuburan dan semacamnya.


Interaksi tersebut salah satu contohnya adalah wanita dapat mengeksplor dan benar-benar mengetahui kepribadian si pendonor.


Peneliti kemudian dapat mengetahui bagaimana karakter-karakter tertentu menjadi pilihan atau diminati para penerima donor sperma.


Hasilnya, wanita ternyata lebih memilih pria yang ceria dan terbuka untuk menjadi pendonor sperma. Sedangkan pria yang pendiam dan berkepribadian introvert sangat jarang dipilih. Selain itu, pria yang dianggap pintar juga banyak dipilih sebagai pendonor.


Lalu apa yang membuat para pria itu mau mendonorkan sperma mereka?


Faktanya, The California Cryobank (CCB) mereimburse pendonor sperma hingga $125 atau Rp1,7 juta per donasi. Artinya, jika pria tersebut secara rutin mengunjungi klinik kesuburan untuk mendonasikan spermanya tiga kali seminggu, dalam sebulan ia mendapatkan $1.500 atau sekitar Rp20,6 juta.


Tak hanya itu, klinik tersebut juga memberikan insentif periodik kepada para pendonor sperma seperti tiket menonton bioskop atau voucher belanja.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya