Sembilan Tipe Temperamen Anak, Si Kecil Anda yang Mana?

Anak bermain
Sumber :
  • Pixabay/ Bess-Hamiti

VIVA – Dalam mengasuh anak, kita sebagai orangtua perlu memahami tipe temperamen anak. Temperamen ini ibarat warna dasar yang memengaruhi perilaku anak sehari-hari, dalam merespons hal-hal yang terjadi di sekitarnya.

img_title 5 Cara Buat Anak Jadi Pintar Sejak Dini Menurut Ahli Saraf Harvard, Ternyata Mudah!

Makna temperamen merujuk pada gaya atau perilaku seseorang dan cara khasnya memberi tanggapan. Keberadaan temperamen ini melibatkan faktor genetis, atau bawaan lahir. Sebagai contoh, kita bisa melihat beberapa individu cenderung bertemperamen aktif, sedangkan yang lainnya tenang, ketika sedang berhadapan atau menanggapi sesuatu. Nah, dari contoh sederhana ini kita bisa melihat adanya variasi temperamen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam lingkup psikologi, ada sembilan tipe temperamen yang dipopulerkan oleh Stella Chess dan Alexander Thomas.

img_title Tips untuk Orang Tua Batasi Media Sosial Anak-Anak

1. Level aktivitas
Tipe temperamen ini mengacu pada energi fisik anak. Apakah ia cenderung aktif bergerak atau memiliki pembawaan yang lebih relaks.

Identifikasi anak aktif bergerak, bisa dengan memperhatikan, misalnya ia kesulitan untuk duduk tenang di dalam kelas. Ia senang melompat-lompat, berlarian ke sana-sini, yang melibatkan motorik kasarnya.

img_title Mendidik Generasi Tangguh: Tips Dokter Aisah Dahlan Cegah Anak Terjerumus Liberalisme

Sedangkan anak dengan pembawaan santai, ia biasanya lebih cepat bertoleransi dengan lingkungan secara terstruktur. Sifat ini dapat merujuk pada aktivitas mental, seperti menggambar, melukis, atau membaca.

Anak belajar di sekolah.

2. Keteraturan
Mengacu pada rutinitas dalam fungsi biologis anak. Ia memiliki pola yang teratur, seperti kapan pergi tidur, kapan bangun tidur, buang air besar, begitu juga dengan pola makan dan hal-hal lainnya. Karena nyaris bisa ditebak pola kebiasaannya, sehingga bisa dikatakan itu berirama.

Tapi pada anak yang temperamen keteraturannya berskala lebih rendah, bisa jadi ia dapat makan kapan saja sepanjang hari, tidur bangun, dan lainnya dalam pola kebiasaan lebih acak.

3. Reaksi awal
Temperamen reaksi awal juga dikenal sebagai 'pendekatan atau penarikan'. Ini mengacu pada bagaimana anak merespons (baik secara positif atau negatif) terhadap orang atau lingkungan baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah anak mendekati orang atau benda-benda di lingkungan tanpa ragu-ragu, atau sebaliknya ia menghindar? Anak yang berani cenderung mendekati hal-hal dengan cepat, seolah tanpa berpikir.

Sedangkan anak yang waspada biasanya lebih suka melihat dulu, mengamati, sebelum terlibat masuk dalam pengalaman baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut