SOROT 498

Mengolah Tubuh Perangi Sedentari

Sorot Sedentary - Gerakan masyarakat hidup sehat - germas
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

VIVA – Lima tahun lalu, Arninta menjalani gaya hidup seperti yang dijalani kebanyakan orang. Mengemil gorengan, makan tanpa memikirkan asupan yang masuk ke tubuh, berjam-jam duduk di kursi kerja, dan mencari hal yang serba mudah dan minim gerak. Tapi kebiasaan itu mulai berubah setelah Nutrifood, tempatnya bekerja, mengenalkan gaya hidup sehat untuk karyawan.

img_title Terlalu Lama Duduk, Osteoporosis Mengintai

Sebagai sebuah perusahaan yang menawarkan dan menjual produk kesehatan, Nutrifood merumuskan tiga pilar hidup bugar, yaitu pola makan sehat, olahraga teratur, dan mengelola stres. Tiga hal itu disadari  makin jarang dilakukan. Padahal ketiganya penting untuk menuju hidup sehat dan tubuh yang fit. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apalagi, gaya hidup saat ini semakin menjurus ke gaya hidup instan yang minim aktifitas fisik atau mulai terkenal dengan istilah sedentari. Padahal jika dibiarkan, gaya hidup sedentari sangat membahayakan dan berpotensi menyebabkan penyakit katastropik, yaitu penyakit yang menimbulkan biaya tinggi, komplikasi, dan membahayakan jiwa.

img_title Dokter Bolehkan Olahraga Malam Hari, Ini Syaratnya

Menurut data yang dikeluarkan Germas atau Gerakan Masyarakat Sehat yang diinisiasi oleh pemerintah, dalam 30 tahun terakhir terjadi perubahan pola penyakit terkait dengan gaya hidup manusia. Merujuk data tersebut, jika pada tahun 1990-an penyebab tertinggi kematian adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas, TBC, dan diare. Maka sejak 2010, penyebab terbesar kematian justru penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi, stroke, jantung, kanker, dan diabetes. Dan penyakit tak menular tersebut merebak karena berkurangnya aktifitas fisik, kurang konsumsi sayur dan buah, merokok, minum alkohol, dan buang air besar sembarangan.

Sorot Sedentary - Penderita sedentari - obesitas - gerakan aksi sedentari

img_title Jangan Anggap Sepele, Malas Gerak Bisa Picu Kematian

Dr. Gea Pandhita M.Kes, dokter spesialis saraf yang berpraktik di RS Islam Jakarta mengatakan, gaya hidup sedentari akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), hipertensi, dan gangguan metabolik. "Selanjutnya, gangguan itu berpotensi meningkatkan risiko terjadinya penyakit stroke," ujar Gea kepada VIVA, Jumat, 27 April 2018. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Promosi Hidup Sehat Penjual Produk Kesehatan

Meluasnya gaya hidup sedentari dan menurunnya aktifitas fisik membuat Nutrifood terpikir untuk meningkatkan gaya hidup sehat. Sebagai perusahaan yang mempromosikan dan menjual produk kesehatan, Nutrifood merasa penting menjadi role model bagi perusahaan lain sebagai perusahaan yang telah menjalankan gaya hidup sehat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut