- Instagram.com/@marvel
Black Panther muncul pada Februari lalu dan menjadi fenomena baru di perfilman Hollywood. Film tersebut bukan hanya mendapat ulasan positif, tapi juga meraup dolar yang begitu besar.
Di penghujung April, dunia menyambut heboh perilisan Avengers: Infinity War. Belum tayang saja, film ini sudah memecahkan sejumlah rekor, mulai dari trailer paling banyak ditonton hanya dalam waktu 24 jam, yakni 230 juta penonton mengalahkan pemegang rekor sebelumnya, It dengan 197 juta, sampai penjualan tiket presale yang fantastis.
Kondisinya pun tak jauh berbeda di Indonesia. Tiket presale di berbagai wilayah, terutama Jabodetabek, nyaris ludes tanpa sisa. Bioskop pun penuh di hari perdana perilisannya. Tak heran, jika film yang menampilkan lebih dari 30 superhero Marvel tersebut memecahkan rekor box office, film berpenghasilan tertinggi sedunia di pekan perdananya.
![]()
Dikutip dari Screen Rant, sejak tayang 25 hingga 29 April 2018, Avengers: Infinity War sudah meraup US$640,5 juta dari seluruh bioskop di dunia. Pendapatan akhir pekan perdana ini otomatis mengalahkan The Fate of the Furious yang memegang rekor sebelumnya dengan US$541,9 juta.
Belum selesai, karena deretan film superhero lain sedang dalam perjalanan. Ada Deadpool pada 15 Mei nanti dan Ant-Man and the Wasp Juli mendatang. Tak hanya di dunia, Indonesia bahkan sedang mempersiapkan film superhero baru yang tak kalah dinantikannya.
Kelahiran Superhero
Superhero dalam Bahasa Indonesia secara harfiah artinya pahlawan super. Terminologi ini sebenarnya punya banyak tafsir, namun Christian Russell dari Greensboro College dalam tesisnya, Heroic Moments: A Study of Comic Book Superheroes in Real-World Society punya definisi menarik untuk menjelaskan siapa saja yang termasuk superhero.
Menurut dia, superhero adalah pahlawan fiksi yang mengenakan kostum atau topeng. Dia bisa saja tidak atau punya kemampuan manusia super, seperti terbang atau kekuatan luar biasa. Superhero juga bisa saja alien dan robot. Namun yang pasti, mereka baik dan berjuang untuk keadilan.
Bicara soal film superhero tentu berangkat dari komiknya. Dalam tulisan yang sama, Russell menjelaskan ada beberapa era bagi komik superhero; Golden, Silver, Bronze, dan Modern Age.