- Instagram.com/@marvel
Sri Asih sendiri sudah pernah difilmkan, berdasarkan data di situs filmindonesia.or.id. Film ini dibuat oleh Turino Djunaidy yang bertindak sebagai produser sekaligus sutradraa. Namun sayangnya, Bumilangit sendiri mengaku tak pernah mendapatkan wujud film dari karakter tesebut.
Dari sekian banyak karakter yang ada di Bumilangit, film Gundala adalah salah satu yang segera hadir dalam waktu dekat. Film ini baru mengumumkan sutradaranya, Joko Anwar, dan akan segera memberi kabar terbaru terkait daftar pemainnya.
![]()
Selain Gundala, Indonesia juga siap menyambut perilisan film Wiro Sableng 212 yang rencananya akan dilepas akhir tahun 2018. Film ini bahkan diproduksi Lifelike Pictures bersama studio Hollywood, 20th Century Fox. Tak seperti Gundala, superhero berkekuatan petir, Wiro Sableng sebenarnya termasuk ke dalam kategori pendekar. Namun, keduanya menjadi film laga jagoan Indonesia yang paling dinantikan sejauh ini.
Mengapa film-film superhero baru mulai muncul lagi sekarang? Menurut Andy, kondisi perfilman Indonesia yang sedang menanjak menjadi salah satu faktornya. Tren makin tingginya antusiasme terhadap film-film superhero Hollywood pun memicu Bumilangit dan para filmmaker untuk menggarap film superhero lokal.
"Penontonnya semakin banyak untuk film lokal. Aku lihat sekarang dengan adanya superhero Marvel, penonton juga menantikan film superhero lokal," katanya menerangkan.
Andy menambahkan, sudah waktunya Indonesia mengangkat karakter komik sendiri, sebab, para superhero lokal tersebut sudah lahir sejak 40-50 tahunan, tak kalah tuanya dari DC dan Marvel.
Noorca Massardi pun memandang, Indonesia sebenarnya punya potensi untuk menghasilkan film-film superhero berkelas. Secara sumber daya manusianya, Indonesia punya banyak talenta yang mumpuni untuk memproduksinya. Seperti yang kita tahu, banyak anak bangsa yang bekerja di balik film-film superhero Hollywood, seperti bagian efek visual dan sebagainya. Kendalanya, memang dari aspek modal.
"Kalau film biasa misalnya hanya cukup dengan bujet Rp10 miliar, maka kalau untuk film superhero itu bisa sampai Rp100 miliar. Jadi kendala utamanya ya karena belum ada yang berani keluar modal segila itu," ujarnya.
Produser film Wiro Sableng 212, Sheila Timothy, meski tak mau mengungkapkan dana pasti untuk filmnya, namun mengiyakan bujet yang besar tersebut. Sementara Andy Wijaya, mengatakan, akan melihat adegan-adegan mana yang memerlukan efek visual dengan bujet yang mahal.