- Instagram.com/@marvel
"Bukan berarti aku tak suka filmnya, tapi hanya, ayolah, masih ada cerita lain yang bisa dikisahkan selain sekawanan pria tanpa keluarga yang bertarung mati-matian selama dua jam dan pada prosesnya, mereka hanya menghancurkan kota. Itu seperti, woy!" serunya dalam wawancara dengan IndieWire.
Selain Cameron, beberapa aktor besar juga pernah mengemukakan kritiknya terhadap film superhero. Jason Statham, aktor laga yang terkenal lewat film-film blockbuster, seperti The Expandables, Fast and Furious, dan sebagainya bahkan terang-terangan mengatakan tak punya keinginan untuk bergabung ke film superhero.
"Banyak jenis film action modern saat ini, seperti Marvel dan sebagainya. Aku rasa semua orang bisa melakukannya," katanya, dilansir CBR.
Menurut Jason, laga yang dimainkan para aktor superhero bukan laga sesungguhnya. "Maksudku, aku bisa saja mengajak nenekku dan memakaikannya jubah, lalu mereka punya stunt double yang melakukan semua aksinya," ujarnya menambahkan.
Masih menurut aktor berkepala botak itu, film superhero mengandalkan bujet besar dan layar hijau dan baginya, itu tidak autentik. "Aku terinspirasi oleh bintang lama sesungguhnya, mereka yang bisa benar-benar melakukannya," katanya.
Begitu juga dengan peraih penghargaan Oscar, Jodie Foster yang tak tertarik membuat film superhero yang dianggap punya konten buruk demi mendulang pendapatan besar saja. Foster mengaku hanya ingin membuat film yang bisa menggambarkan siapa dirinya, di mana dunia tempatnya tinggal, atau mengembangkan sosok dirinya sebagai seorang manusia.
Pengamat film Noorca Massardi tak selamanya setuju dengan kritikan tersebut. Menurutnya, film superhero yang berasal dari komik, biasanya dimaksudkan untuk semua umur, semua kalangan.
"Jadi ceritanya didasarkan pada hal-hal yang bisa didasari oleh aspek-aspek kepentingan untuk semua umur. Maka kalau ceritanya sederhana, ya memang harus begitu. Bayangkan kalau ceritanya ruwet, ya susah dipahami," ujar Noorca.
Superhero Indonesia
Tak hanya di Amerika, Indonesia juga punya superhero sendiri. Seribu lebih karakter komik bernaung di bawah Bumilangit sejak tahun 1954. Andy Wijaya, Commercial General Manager Bumilangit Entertainment menyebut, tokoh pertamanya adalah Sri Asih dan yang paling terkenal adalah Gundala.