- Instagram.com/@marvel
Bentuk kesukaan para penggemar superhero ini beragam. Mulai dari sekadar mengikuti jalan ceritanya, mengoleksi komik, mainan, hingga tergabung ke dalam komunitas para pecinta jagoan super tersebut. Pengamat film Noorca Massardi berpendapat, salah satu alasan mengapa superhero begitu disukai tak lepas dari sosok heroiknya yang tak terkalahkan. Selain karena adegan laga yang menarik, baik di komik maupun filmnya, ada nilai-nilai universal kehidupan yang membuat superhero begitu disukai.
"Daya tariknya film superhero itu karena memberikan motivasi tentang nilai-nilai keberanian, kebenaran. Yang salah pasti kalah, yang jahat pasti mati. Jagoan selalu menang, jadi orang suka," katanya kepada VIVA, Rabu, 4 Mei 2018.
Menikmati film superhero sebenarnya tak lain menjadi bagian dari hiburan saja. Nilai-nilai kebaikan yang dikampanyekan para superhero itu sebenarnya bisa menjadi contoh baik terutama bagi anak-anak dan remaja.
![]()
Psikolog dari Universitas Tarumanegara, Roslina Verauli menjelaskan, tak ada yang perlu dikhawatirkan jika seseorang sebatas menjadikan superhero sebagai idolanya saja. Namun, yang perlu diperhatikan ketika kecintaan itu berubah menjadi ekstrem, misalnya sampai pada tahap mengubah fisiknya menjadi idolanya tersebut.
"Kalau dia terobsesi dengan Superman, misalnya, sampai dia harus latihan ini, latihan itu agar badannya kekar, sampai dia harus suntik ini, suntik itu, bahkan sampai menimbulkan ketegangan dalam dirinya sendiri, itu yang tidak sehat," kata Roslina.
Akan tetapi, psikolog anak dan remaja ini menjelaskan, obsesi yang berlebihan itu tidak selamanya masuk ke dalam gangguan jiwa. Setiap individu, menurutnya, punya benteng pertahanan dalam diri masing-masing yang disebut mekanisme defence. Ketika berada di tingkat yang berlebihan seperti tadi, mekanisme defence itu tidak sehat, tapi belum tentu masuk kategori gangguan jiwa.
"Itu harus diperiksa lebih jauh dulu, baru kemudian bisa ditentukan," ujarnya menambahkan.
Namun film-film superhero juga bukan berarti absen kritik. Sederet bintang dan sutradara Hollywood pernah menyuarakan ketidaksukaan mereka terhadap genre ini.
James Cameron, salah satunya. Sutradara legendaris yang membawa Titanic dan Avatar menjadi film terlaris sepanjang masa itu pernah menyindir film Avengers: Infinity War belum lama ini.