- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kepala Badan Geologi ESDM, Rudy Suhendar mengatakan, secara umum danau vulkanik terbentuk seiring dengan letusan gunung api. Saat gunung api meletus, lubang akan membesar dan membentuk seperti mangkok. Besarnya mangkok vulkanik tergantung dengan seberapa besar atau kecilnya letusan.Â
![]()
Beberapa orang anak berenang di pinggiran Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Dalam waktu yang lama, bisa ratusan sampai ribuan tahun, mangkok hasil proses vulkanik itu akan terisi dengan air hujan. Prosesnya bisa lebih cepat jika bekas letusan tersebut menjadi resapan air. Air yang terisi bakal makin banyak. Â Â
"Umumnya jejak bekas letusan itu menjadi tempat kumpulnya air dan resapan-resapan air yang berada di seputaran tempat itu," ujarnya kepada VIVA.
Dalam konteks Danau Toba, letusan gunung api super raksasa menghasilkan mangkok tersebut yang umum dikenal dengan sebutan kaldera. Seiring waktu kaldera itu akan terisi air dan menjadi danau.
Ma'rufin Sudibyo dalam Danau Toba dan Bubur Batu Membara di Perut Buminya, menuliskan, lahirnya Danau Toba awalnya diselimuti misteri. Namun seabad silam, munculnya danau tersebut mulai tersibak oleh analisis geolog legendaris era Hindia Belanda, RW van Bemmelen pada 1930-an. Geolog yang karyanya menjadi panduan pembelajaran geologi Indonesia itu awalnya curiga dengan kehadiran ignimbrit yang tersebar pada area luas di Sumatera bagian utara.Â
Ignimbrit adalah campuran antara debu vulkanik yang mengeras (tuff) dengan butir-butir batuapung yang bersifat asam (kaya silikat) demikian rupa hingga membatu. Nah ignimbrit ini hanya dihasilkan dari letusan gunung berapi yang eksplosif dan skala besar.Â
Van Bemmelen makin penasaran, sebab semakin dia mendekat ke Danau Toba, dia menjumpai ignimbrit makin menebal. Bahkan dia melihat ada tuff yang berlimpah. Tanda ini makin jelas jadi petunjuk di masa silam terjadi letusan skala besar.
Makin jelas saja saat dia menyadari ignimbrit ternyata merata di sekitar wilayah yang sekarang diduduki Danau Toba. Danau dengan panjang 100 kilometer dari utara ke selatan dan lebar 30 kilometer ke timur itu menunjukkan mangkok sekelas kaldera.Â