SOROT 508

Tragedi Danau Toba

Warga menabur bunga di lokasi kecelakaan kapal Danau Toba, Sumatera Utara
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bagaimana kaldera raksasa pasca Letusan Toba Muda tergenang air hingga menjadi Danau Toba saat ini? Ma'rufin menghitung, dengan curah hujan tahunan masa kini yakni 2.100 mm/tahun dan tingkat penguapan tahunan masa kini 1.350 mm/tahun, butuh waktu sekitar 1.500 tahun untuk menggenangi kaldera tersebut dan menjadi Danau Toba. Jika menimbang adanya air bawah tanah atau aliran permukaan dari kawasan sekitar, waktu terbentuknya Danau Toba kemungkinan lebih cepat dari 1.500 tahun pasca Letusan Toba Muda.

img_title Banjir Bandang hingga Longsor, Kawasan Objek Wisata Danau Toba Ditutup Sementara

Erupsi kecil setelah letusan dashyat itu melahirkan gunung api kedua di dalam kawah, tapi karena letusan gunung api di dalam kawah ikut runtuh. Maka gunung api dalam kaldera itu pecah menjadi dua bagian, yakni Pulau Samosir dan sebelah timur membentuk semenanjung antara Parapat dan Porsea.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara lebih rinci, Ma'rufin menjelaskan, Letusan Toba Muda yang memuntahkan 2.800 kilometer kubik material itu membentuk kaldera raksasa dengan kedalaman sekitar 2 kilometer. Dalamnya kaldera ini akibat kosongnya kantung magma raksasa Toba. Makanya tak lagi bisa menahan bobot gunung dan akhirnya runtuh.

img_title KAMMI Nilai Danau Toba Bisa jadi Destinasi Ikonik Unggulan dalam Agenda Mahasiswa Asing

Ma'rufin menerangkan, setelah Letusan Toba Muda, perut kantung magma raksasa Toba hingga kedalaman 7 kilometer nyaris kosong, akibat material terkuras. Tapi secara perlahan-lahan magma segar dari lapisan selubung mengisi area kantung. Magma segar ini kemungkinan muncul dari bidang kontak tunjaman antarlempeng tektonik dan mengisi kantung magma tersebut. 

Pengisian magma secara terus menerus menyebabkan lapisan kantung magma raksasa Toba mulai menggelembung kembali dan mengangkat massa batuan di atasnya. 

img_title Viral Penyedia Jetski di Danau Toba Ancam Bunuh Kompetitor, Pelaku Ditangkap

Proses vulkano-tektonik ini akhirnya terjadi. Lantai kaldera Toba terangkat naik secara asimateris mulai sekitar 33 tahun silam pada kecepatan sekitar 1,8 cm. Akibatnya, lantai kaldera sisi barat menyembul di atas paras danau dan menjadi Pulau Samosir. Makanya tak heran, tulis Ma’rufin, di Pulau Samosir itu masih dijumpai lapisan endapan khas dasar danau. 

Pengangkatan asimetris ini membuat lapisan endapan berkedudukan miring antara 5 hingga 8 derajat ke arah barat. Sedangkan pengangkatan sejenis juga terjadi di lantai kaldera timur, dan membentuk blok Uluan. Tapi kecepatan penangkatan di sisi ini lebih rendah, 0.5 cm/tahun. Makanya sisi timur tak setinggi Pulau Samosir meski tetap di atas paras danau. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut