- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Selain bangkai kapal, robot selam yang dikirim tim evakuasi juga mendeteksi ada beberapa jasad korban KM Sinar Bangun berada di dasar danau. Jasadnya utuh tapi kenapa tetap di bawah danau tidak muncul mengambang di permukaan.Â
Sempat muncul spekulasi adanya anomali gravitasi atas fenomena tersebut. Namun kalangan ilmuwan membantahnya. Jasad utuh di dasar danau serta bangkai kapal yang tak bisa diangkat, lebih karena faktor kedalaman danau yang tak memungkinkan dijangkau tim evakuasi.Â
Sekretaris Jenderal Ikalan Ahli Geologi Indonesia (IAG)I, Dwandari Ralanarko menjelaskan, Danau Toba merupakan perairan tawar yang kadar garamnya berbeda dengan air laut yanng kadarnya tinggi. Dia menjelaskan, dengan kadar garam tinggi, maka benda yang jatuh ke laut akan kembali naik terapung di permukaan air.Â
"Berbeda dengan di Danau Toba. Danau Toba memiliki karakter air tawar, sehingga dia tidak memiliki daya angkat seperti halnya di laut. Jadi terus ke dalam kapal atau jasad itu," ujarnya.Â
Selain faktor jenis air, pria yang akrab disapa Andar ini menjelaskan, faktor kedalaman Danau Toba juga menjadi salah satu yang membuat kenapa jasad maupun bangkai kapal tetap tenggelam di bawah danau. "Nah ini adanya di kedalaman 450 meter jadi memang akan jadi sangat menantang," ujarnya.Â
Senada dengan Andar, semua geolog kompak menuturkan faktor kedalaman danau dan titik bangkai kapal yang berada pada kedalaman 450 meter, menyebabkan susah proses evakuasi.Â
![]()
Rekaman data GPS kapal Polair terkait kedalaman Danau Toba. (Instagram.com)
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Sukmandaru Prihatmoko mengatakan, titik bangkai KM Sinar Bangun yang teronggok pada kedalaman 450 meter memang susah untuk dievakuasi ke permukaan. Hanya perangkat teknologi yang memungkinkan untuk mencapai titik tersebut.Â
"Karena sejauh ini belum ada yang bisa menyelam di kedalaman tersebut, kecuali dengan menggunakan robot, Remotely Operated Viehicle (ROV)" ujar Sukmandaru.Â
Sulitnya tim Basarnas mengevakuasi korban kapal tenggelam di Danau Toba sangat dipahami oleh peneliti danau LIPI, Hadiid Agita Rustini.Â
Dia mengatakan, kondisi bawah Danau Toba sangat gelap tak ada cahaya Matahari dan tak ada oksigen. Hadiid pernah menyurvei kondisi bawah Danau Toba. Pada kedalaman 50 meter saja sudah gelap kondisinya, oksigen juga sudah tak ada. Cahaya Matahari cuma bisa menembus kedalaman 10 meter danau saja. Â